Bejo Sugiantoro (kiri) didampingi putranya Rachmat Irianto tak kuasa menahan tangisnya usai pertandingan melawan Persela Lamongan di Gelora Bung Tomo, Surabaya (5/8/2018). (Angger Bondan/Jawa Pos)
JawaPos.com — Dunia sepak bola Indonesia masih dalam kondisi berduka. Legenda Persebaya Surabaya, Bejo Sugiantoro, meninggal dunia pada 25 Februari 2025.
Kepergian Bejo begitu mendadak dan mengejutkan banyak pihak. Sosok yang dikenal penuh dedikasi itu wafat usai bermain sepak bola bersama rekan-rekannya di Lapangan SIER Surabaya.
Insiden itu terjadi sekitar pukul 16.50 WIB. Rekan-rekan Bejo dan tim SIER yang berada di lapangan segera memberikan pertolongan pertama begitu melihat Bejo tak sadarkan diri.
Tanpa menunda waktu, Bejo langsung dilarikan ke RS Royal Surabaya. Tim medis di rumah sakit tersebut sudah berusaha memberikan penanganan terbaik, namun takdir berkata lain.
Nyawa Bejo tak tertolong meski upaya maksimal telah dilakukan. Kabar ini pun menyebar cepat dan mengguncang dunia sepak bola Indonesia.
Bejo Sugiantoro dikenal sebagai sosok legendaris di Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia. Semasa aktif bermain, ia adalah bek tangguh yang selalu memberikan performa terbaik di setiap pertandingan.
Tak hanya sebagai pemain, Bejo juga dikenal sebagai pelatih yang mendedikasikan hidupnya untuk sepak bola. Dedikasi dan cintanya pada olahraga ini tak pernah luntur, bahkan hingga akhir hayatnya.
Putra Bejo, Rachmat Irianto, tak kuasa menahan air mata. Melalui unggahan emosional di media sosial, Rian –sapaan akrab Rachmat Irianto– mengenang sang ayah dengan kata-kata yang menyentuh.
“Hai kebanggaanku.... 'Mati urip yo balbalan' begitu cintanya engkau dengan profesimu, begitu pula dedikasimu untuk sepak bola ini ayah...,” tulis Rian dalam unggahan tersebut.
Kata-kata itu mencerminkan kecintaan Bejo pada sepak bola yang tak terbatas. Baginya, sepak bola bukan sekadar profesi, melainkan bagian dari hidup yang tak terpisahkan.
Kepergian Bejo terasa begitu cepat dan menyisakan duka mendalam bagi keluarga, terutama Rian. Bagi Rian, Bejo adalah sosok yang bukan hanya menjadi ayah, tetapi juga mentor dan panutan.
Rian juga mengenang momen dua minggu terakhir bersama sang ayah. Dalam kurun waktu tersebut, Bejo dengan penuh kasih sayang merawat dan memandikan Rian yang sedang sakit.
Momen sederhana itu kini menjadi kenangan berharga. Waktu singkat yang diberikan tak disangka menjadi kesempatan terakhir untuk merasakan kasih sayang seorang ayah.
Dalam unggahannya, Rian mengungkapkan cedera yang dialaminya beberapa waktu lalu seolah menjadi firasat. Cedera itu membuatnya pulang lebih cepat dan menghabiskan waktu bersama sang ayah.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
