Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Januari 2025 | 18.30 WIB

Polemik Dugaan Penggunaan Buzzer Shin Tae-yong dalam Tagar #STYstay, Football Institute Ungkap Temuan Drone Emprit

Mantan Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-Yong menyapa supporter saat tiba di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (26/01/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Isu pemecatan Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih Timnas Indonesia terus menjadi perbincangan hangat di media sosial. Football Institute mengungkapkan bahwa terdapat dugaan penggunaan buzzer dalam kampanye dukungan terhadap STY pasca pemecatan oleh PSSI pada 6 Januari 2025.

Analisis yang dilakukan oleh Drone Emprit menunjukkan adanya keterlibatan akun bot terorganisir yang secara masif menyebarluaskan tagar #STYstay di berbagai platform media sosial. Pendiri Football Institute, Budi Setiawan, menjelaskan bahwa temuan ini mengindikasikan adanya penggiringan opini yang bertujuan memengaruhi persepsi publik mengenai keputusan PSSI. Berdasarkan riset yang dilakukan, pihaknya menemukan bahwa tagar #STYstay tidak sepenuhnya muncul secara organik, melainkan dipromosikan oleh akun-akun bot yang terstruktur.

"Dari hasil riset ini, terbukti bahwa kampanye #STYstay melibatkan buzzer. Temuan ini selaras dengan penelitian Football Institute sebelumnya yang menunjukkan adanya kepentingan di luar sepak bola," ungkap Budi dalam keterangan resminya, Kamis (30/1).

Lebih lanjut, Budi menyoroti bagaimana opini yang terbangun di media sosial dapat menciptakan iklim yang tidak sehat bagi sepak bola Indonesia. Ia menilai bahwa narasi yang terus berkembang setelah pemecatan STY bukanlah sesuatu yang alami, melainkan didorong oleh pihak-pihak tertentu. "Keputusan PSSI sudah dijelaskan secara terbuka, tetapi isu ini masih terus diperbincangkan dengan pola yang sangat terstruktur. Ini menimbulkan kecurigaan bahwa ada pihak yang sengaja menciptakan isu dan menggiring opini publik melalui media sosial," tambahnya.

Analisis dari Drone Emprit mengungkap bahwa perbincangan mengenai pemecatan STY di media sosial dapat dikategorikan ke dalam tiga kelompok besar. Pertama, dukungan terhadap Shin Tae-yong, yang didominasi oleh akun-akun yang menggunakan tagar #STYstay. Kedua, narasi kontra Shin Tae-yong, yang sebagian besar berasal dari mereka yang mendukung keputusan PSSI. Ketiga, narasi dari media dan akun informasi, yang menyajikan laporan netral terkait situasi tersebut.

Menurut analis Drone Emprit, Slovenia Istiani, diskusi mengenai pemecatan STY telah menghasilkan lebih dari 6.090 artikel, serta mendapat 18.156 mention di berbagai platform digital. Selain itu, terdapat 14.478 pembahasan aktif yang tersebar di berbagai media sosial. Yang menarik, Drone Emprit menemukan bahwa tagar #STYstay tidak hanya dipopulerkan oleh akun organik, tetapi juga oleh akun bot yang memiliki pola serupa.

"Kami menemukan akun-akun yang beroperasi dengan pola sama dalam menyebarkan tagar ini, baik di X (Twitter) maupun di Instagram. Akun-akun ini tidak membahas konteks utama pemecatan STY, melainkan hanya memperkuat unggahan dengan cara retweet, komentar, atau menyukai postingan untuk meningkatkan keterlibatan (engagement)," jelas Slovenia.

Football Institute menilai bahwa keputusan PSSI untuk mengakhiri kontrak Shin Tae-yong, yang sebenarnya masih berlaku hingga 2027, merupakan langkah yang telah dipertimbangkan secara matang. Budi Setiawan mendukung keputusan tersebut dan berharap agar kondisi sepak bola Indonesia dapat kembali normal tanpa adanya intervensi dari kepentingan eksternal.

"Kami ingin sepak bola Indonesia berkembang dengan sehat, tanpa dipengaruhi oleh narasi yang sengaja digiring melalui media sosial. Keputusan PSSI sudah final, dan kita harus fokus pada masa depan sepak bola nasional," pungkasnya.

Meskipun demikian, perdebatan mengenai pemecatan Shin Tae-yong tampaknya masih akan terus berlangsung di ruang digital. Apakah benar ada kepentingan di balik masifnya dukungan terhadap STY, ataukah ini merupakan bentuk spontanitas dari para pendukung sepak bola Indonesia? Yang jelas, temuan Football Institute dan Drone Emprit menambah dimensi baru dalam perdebatan ini, memperlihatkan bagaimana buzzer dan akun bot dapat memainkan peran dalam membentuk opini publik di era digital.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore