Mohammed Rashid siap tampil saat Persebaya Surabaya bertandang ke markas Persija Jakarta. (Media Persebaya)
JawaPos.com - Mohammed Rashid kini menjadi salah satu pemain andalan Persebaya Surabaya dalam mengarungi Liga 1 musim 2024/2025.
Meski performanya sempat menurun dalam tiga laga terakhir, namun ia tetap menjadi pilihan utama di lini tengah Persebaya, apalagi saat Francisco Rivera cedera seperti saat ini.
Rashid kini telah mengoleksi enam gol dan menjadi top skor sementara Persebaya bersama Flavio Silva. Meski sekarang sukses sebagai pesepak bola, namun siapa sangka ia sebenarnya tidak ada niat untuk menjadi pemain sepak bola saat masih remaja.
"Seperti anak-anak dan remaja pada umumnya, saya suka bermain sepak bola di jalanan, hanya itu, tidak ada terpikirkan untuk serius di bidang sepak bola. Tapi, kemudian salah satu guru pendidikan jasmani di sekolah mengundang saya untuk ikut sebuah akademi sepak bola di tempat asal saya, Ramalah, dan saat itu saya mulai bermain sepak bola secara layak," ungkap Rashid seperti dikutip dari podcast Marc Talk dalam akun YouTube milik pesepak bola Marc Klok.
Rashid muda pun mengaku takjub saat bermain sepak bola di lapangan dan fasilitas yang lebih layak karena sebelumnya, ia hanya bermain sepak bola ala kadarnya di jalanan.
"Bagi seorang anak remaja, apalagi di tempat kami (Palestina), itu adalah pengalaman yang menakjubkan. Bagaimana tidak, biasanya kami hanya bermain di jalanan dengan dua batu berjarak sebagai gawang, tetapi kemudian gawangnya berupa tiang dan saat bola masuk mengenai jaring, itu saja bagi saya adalah pengalaman yang berbeda," tuturnya.
Mantan pemain Persib Bandung itu juga sempat menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat demi taraf hidup yang lebih baik.
"Saya kemudian pindah ke Amerika Serikat untuk menempuh pendidikan demi kehidupan yang lebih baik," ujarnya lagi.
Namun, Rashid mengaku sempat malas menjalani kehidupan sebagai mahasiswa hingga membuatnya agak sering bolos.
"Saat di perguruan tinggi, saya sempat agak ogah-ogahan kuliah, tapi saya sebenarnya ingin bermain sepak bola di Liga Meksiko, yaitu FC Pachuca. Jadi saya lebih serius di sepak bola. Lalu, pada suatu pertandingan di tingkat perguruan tinggi, saya mengalami cedera cukup parah. Itu menyadarkan saya bahwa saya harus kembali serius untuk kuliah. Setelah sembuh saya pun lebih rajin untuk berkuliah agar bisa mencapai taraf hidup yang lebih baik," imbuhnya.
Setelah lulus kuliah, ia tidak serta-merta langsung menjadi pemain sepak bola, melainkan sempat bekerja sebagai supervisor.
"Saya kemudian sempat mendapat pekerjaan sebagai supervisor setelah lulus perguruan tinggi. Saya bahagia karena saya bisa menghasilkan uang sendiri dan hidup lebih layak. Tapi, bukan di bidang sepak bola. Lalu saya mendapat panggilan dari Timnas U-23 Palestina, dan itulah yang merubah jalan hidup saya hingga menjadi pemain sepak bola profesional," kata pemain berkepala plontos ini.
Ia juga bercerita bahwa cita-cita membela Timnas Palestina bukankah keinginan utamanya. Namun, saat masih remaja, ia sempat ingin main di timnas saat menonton pertandingan negaranya di stadion.
"Sejujurnya tidak ada ambisi untuk serius membela Timnas Palestina saat masih kecil. Saya memang pernah menonton satu laga Palestina saat menghadapi Yordania dan itu menakjubkan menonton langsung di stadion dengan penonton yang penuh. Saya pun sempat ada terlintas di pikiran, 'Oke saya ingin membela Timnas Palestina suatu saat nanti', tetapi hanya berhenti di situ," kenangnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
