Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Januari 2025 | 23.12 WIB

Dulu Gilson Costa Bersama Benfica Pernah Borong 2 Gol ke Gawang Bayer Leverkusen, Kini Hilang dan Meredup di Persebaya Surabaya

Gilson Costa saat masih berseragam SL Benfica. Kini dia memperkuat Persebaya Surabaya. (Instagram @gilsonc45) - Image

Gilson Costa saat masih berseragam SL Benfica. Kini dia memperkuat Persebaya Surabaya. (Instagram @gilsonc45)

JawaPos.com — Gilson Costa mungkin bukan nama yang asing bagi para pecinta sepak bola Eropa pada masanya. Sepuluh tahun lalu, ia mencuri perhatian saat membela SL Benfica di ajang UEFA Youth League U-19. Pada laga fase grup C melawan Bayer Leverkusen, Gilson tampil sebagai pahlawan. Bermain sebagai gelandang bertahan, ia sukses mencetak dua gol dalam kemenangan 4-1 untuk Benfica.

Gol pertamanya lahir di menit ke-54 melalui skema serangan rapi timnya. Berawal dari assist João Carvalho, Gilson dengan tenang melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau kiper lawan. Tak berhenti di situ, Gilson kembali mencetak gol di menit ke-79. Kali ini Renato Sanches, rekan setimnya yang kini menjadi pemain Benfica, memberikan assist brilian.

Laga tersebut berlangsung di Caixa Futebol Campus atau kini bernama Benfica Campus, markas akademi Benfica yang dikenal melahirkan banyak talenta. Kemenangan telak itu mengukuhkan posisi Benfica di puncak klasemen Grup C.

Momen gemilang itu menjadi bukti potensi besar yang dimiliki Gilson di usia muda. Namun, perjalanan kariernya tidak berjalan mulus seperti yang banyak orang harapkan.

Setelah meninggalkan Benfica, Gilson sempat berkelana ke beberapa klub. Namun, ia gagal menemukan konsistensi yang bisa mengembalikan performa terbaiknya.

Kini, Gilson Costa berlabuh di Persebaya Surabaya, salah satu klub besar di Liga 1 Indonesia. Ia didatangkan pada awal musim 2024/2025 dengan harapan bisa menjadi pilar di lini tengah. Namun, performanya sejauh ini masih jauh dari harapan para pendukung Persebaya Surabaya. Dari 18 pertandingan yang sudah dimainkan, ia belum mencatatkan satu pun gol atau assist.

Statistiknya menunjukkan kontribusi yang minim di lini serang. Dengan hanya mencatatkan sembilan umpan kunci sepanjang musim, perannya di sektor kreativitas terlihat kurang optimal.

Gilson juga baru melepaskan delapan tembakan sejauh ini, dengan hanya dua di antaranya yang tepat sasaran. Akurasi tembakannya pun hanya mencapai 25 persen, angka yang jauh dari kata memuaskan. Dalam hal distribusi bola, Gilson sebenarnya cukup baik dengan akurasi umpan mencapai 90 persen. Dari total 441 umpan yang dilepaskannya, 393 berhasil mencapai target.

Namun, kontribusinya dalam menciptakan peluang melalui umpan silang atau umpan terobosan masih minim. Ia hanya mencatatkan tiga umpan silang dan delapan umpan terobosan sepanjang musim.

Dari segi pertahanan, Gilson menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan kontribusinya di lini serang. Ia mencatatkan 50 tekel, dengan 26 di antaranya sukses. Ia juga membuat 28 intersep, 11 sapuan, dan dua blok tembakan. Statistik ini menunjukkan perannya sebagai gelandang bertahan yang lebih fokus pada menghentikan serangan lawan.

Namun, ia kerap melakukan pelanggaran yang tidak perlu. Hingga pekan ke-18, ia sudah mencatatkan 18 pelanggaran dan menerima tiga kartu kuning.

Kritik pun mulai berdatangan dari para pendukung Persebaya Surabaya, Bonek, yang dikenal sangat vokal. Mereka mempertanyakan kontribusi Gilson yang dinilai tidak sebanding dengan ekspektasi. Padahal, lini tengah Persebaya Surabaya membutuhkan sosok yang bisa mengatur permainan sekaligus memberikan ancaman bagi pertahanan lawan. Peran itu seharusnya bisa dimainkan oleh Gilson dengan pengalamannya.

Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, sejauh ini masih memberikan kepercayaan kepada Gilson. Ia berharap sang pemain bisa segera menemukan performa terbaiknya di sisa musim.

Namun, waktu semakin menipis untuk Gilson membuktikan dirinya di hadapan publik Surabaya. Liga 1 Indonesia sudah memasuki paruh kedua, dan tekanan untuk tampil lebih baik semakin besar.

Bonek tentu berharap Gilson bisa mengulang momen-momen gemilang seperti saat ia memborong dua gol ke gawang Bayer Leverkusen. Tetapi, hal itu hanya akan terjadi jika ia mampu meningkatkan intensitas permainannya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore