Yabes Roni pemain bola Bali United. (@yabezh_roni11)
JawaPos.com - Yabes Roni, pemain Bali United melaporkan serangan rasisme yang diterimanya melalui media sosial kepada Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).
Peristiwa ini terjadi usai laga melawan Persib Bandung yang berlangsung pada Selasa (7/1) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
“Rasisme terjadi setelah pertandingan melawan Persib Bandung,” ungkap Yabes Roni saat memberikan keterangan pers di Denpasar, Jumat (9/1). Ia menjelaskan bahwa komentar bernada rasis menyerangnya melalui akun Instagram resmi Bali United maupun akun pribadinya.
Pemain bernomor punggung 11 ini berharap laporannya dapat ditindaklanjuti untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Sebagai bentuk perlawanan terhadap diskriminasi, bek kiri andalan Bali United ini juga mengunggah pesan tegas melalui akun Instagram pribadinya @yabezh_roni11.
“Tidak ada ruang untuk rasisme,” tulis Yabes.
APPI, yang bertugas melindungi hak-hak pesepakbola profesional, langsung merespons laporan ini. Melalui unggahan di akun Instagram resmi mereka @appi.official, APPI menegaskan ancaman hukum yang dapat dijatuhkan kepada pelaku rasisme dan perundungan.
Berdasarkan Pasal 28 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Pasal 45A Ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 2024, pelaku dapat dijerat pidana dengan ancaman hukuman penjara maksimal enam tahun dan/atau denda hingga Rp1 miliar.
Kasus yang menimpa Yabes Roni bukanlah yang pertama di kancah sepakbola Tanah Air. Sebelumnya, pemain Bali United lainnya, Privat Mbarga, juga menjadi korban serangan rasis pada laga pekan ke-30 Liga 1 Indonesia musim 2023/2024.
Selain itu, eks bek Persebaya Surabaya, Yohanes Kandaimu, mengalami perlakuan serupa dari suporter usai mencetak gol bunuh diri dalam pertandingan melawan Borneo FC musim lalu.
Pertandingan Bali United melawan Persib Bandung berakhir dengan skor 1-1. Namun, laga tersebut diwarnai ketegangan, terutama ketika Yabes Roni menerima kartu merah dari wasit Erfan Efendi menjelang akhir pertandingan.
Melalui kejadian ini, Yabes Roni dan APPI menyerukan kepada seluruh elemen sepakbola untuk bersama-sama memerangi rasisme.
Langkah hukum tegas juga menjadi salah satu cara untuk memberikan efek jera bagi pelaku dan menjaga integritas sepakbola di Indonesia. (Sri Wahyuni)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
