Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Januari 2025 | 03.57 WIB

Nostalgia Perjalanan Emas Persipura Jayapura, Dahulu Kebanggaan Indonesia yang Kini Kesulitan Finansial

Foto skuad Perspura Jayapura. (Instagram Robertino Pugliara). - Image

Foto skuad Perspura Jayapura. (Instagram Robertino Pugliara).

JawaPos.com - Persipura Jayapura klub yang berdiri 1 Mei 1963 silam memiliki sejarah indah untuk sepak bola Indonesia. Tim yang berdomisili di Papua ini mampu memberikan sejumlah kebanggaan di kasta nasional maupun internasional.

Tim Mutiara Hitam selama 3 musim ini berada di kasta kedua sepak bola Indonesia atau sering disebut Liga 2. Persipura harus turun kasta karena tak mampu menyelamatkan tim dari jurang degradasi Liga 1 2021/2022.

Persipura Jayapura dulunya merupakan tim paling ditakuti dan sulit takluk di Liga Indonesia. Tim ujung timur Indonesia ini mampu mengukir tinta emas di Liga Indonesia sebanyak 4 kali pada kompetisi resmi, terakhir adalah pada Indonesia Super League 2013.

Berulang kali kabar kurang mengenakan menghinggapi Mutiara Hitam salah satunya gaji yang belum kunjung cair terhadap para punggawanya.

Jika mengenang kembali Persipura dapat kembali terasa dan tertuju pada momen ketika menjalani turnamen AFC Cup.

Persipura dengan kedalaman skuad seperti keberadaan Boaz Solossa, Zahrahan, Robertino Pugliara, Titus Bonai serta beberapa nama lokal yang tergiring mentereng dengan era emas Mutiara Hitam.

Persipura sempat mencicipi kompetisi terbesar Asia yakni AFC Champions League 2010 atau sekarang dikenal Asian Champions League Elite yang diisi klub kuat berbagai negara di Asia. Meskipun waktu itu Persipura tak mampu berbuat banyak dalam 6 kali pertandingan Persipura harus jadi lumbung gol.

Berdasar laman Transfermarkt, sejatinya Persipura bermain di AFC sebanyak 4 periode 2009, 2011, 2014 dan 2015.

Kecemerlangan Boaz Solossa dan kolega ketika mengikuti ajang AFC pada 2014, saat itu Persipura tampil sebanyak 11 kali hingga babak semifinal. Fakta Persipura tersebut menjadikan satu-satunya tim Indonesia yang mampu melaju paling jauh di kompetisi Asia.

Qadsia klub Kuwait yang memutus harapan Persipura dalam 2 pertemuan kandang dan tandang dengan agregat 10-2. Padahal sebelumnya perwakilan Kuwait SC dilibas dengan agregat 8-4 oleh Boaz Solossa dan tim.

Selama AFC 2014 pemain dengan sapaan Boci sumbang 6 gol dari 9 pertandingan. Maka tidak salah Boaz Solossa bisa dibilang predator mematikan di Indonesia pada masanya.

Pada Jum’at (2/1) kabar kurang menyenangkan tersebar, seorang fans Persipura meluapkan kekecewaannya terhadap manajemen. Warganet itu mengunggah di cerita Instagram @capo_angky.

“Para pemain Persipura adalah salah satu pemain yang memiliki loyalitas tinggi, walau gajinya belum dibayarkan sampai saat ini masuk 2 bulan, tetapi masih setia mau bermain”, tulis Capo Angky dikutip dari cerita instagramnya.

Pada keterangan seorang capo pendukung Persipura itu, pemain Mutiara Hitam belum juga mendapat gaji selama 2 bulan. Meskipun belum menerima gaji bulanan, anak-anak Persipura tetap bertanding dengan penuh semangat.

Sore tadi, skuad Persipura tetap melakoni pertandingan lanjutan Liga 2 2024/2025 melawan Persewar Waropen (4/1) yang berkesudahan 1-3 untuk kemenangan Persipura.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore