Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 November 2024 | 15.15 WIB

Menelisik Bakat Istimewa Rizky Ridho: Ditemukan di Lapangan Desa Damarsi Sidoarjo, Dibesarkan di Akademi Persebaya Surabaya

Rizky Ridho bisa jadi starter saat Mees Hilgers absen bela Timnas Indonesia. (Instagram @rizkyridhoramadhani) - Image

Rizky Ridho bisa jadi starter saat Mees Hilgers absen bela Timnas Indonesia. (Instagram @rizkyridhoramadhani)

JawaPos.com - Rizky Ridho Ramadhani kini telah menjadi salah satu bintang pesepak bola Indonesia. Namanya sudah jadi langganan dalam skuad Timnas Indonesia sejak kelompok usia.

Total 78 caps pertandingan telah dijalani Rizky Ridho bersama Timnas Indonesia dari level U-20. Bahkan 40 di antaranya dicatatkan oleh pemain berposisi bek tengah itu bareng skuad Garuda senior besutan Pelatih Shin Tae-yong.

Di balik torehan membanggakan itu, rasanya Indonesia patut bersyukur dan berterima kasih kepada Adi Putra Setiawan, pelatih amatir dari Sidoarjo. Dia adalah sosok yang menemukan bakat terpendam Rizky Ridho.

Semua bermula dari Rizky Ridho yang bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) Persada pada 2012. SSB itu berlokasi di lapangan Desa Damarsi Sidoarjo, yang didirikan oleh Adi Putra Setiawan pada 2008.

Sebagai informasi, Damarsi merupakan sebuah desa yang masuk dalam wilayah Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Lokasinya dekat dengan tambak-tambak ikan dan sekitar 10 kilometer dari jalan penghubung Surabaya-Sidoarjo. Bisa juga dijangkau dari Bandara Juanda Terminal 2 dengan sepeda motor selama kurang lebih 20 menitan.

Di lapangan Damarsi itulah Adi Putra Setiawan menemukan Rizky Ridho. Menemukan mutiara asal Surabaya yang ternyata kini menjadi bintang besar sepak bola Indonesia.

"Edo -sapaan Rizky Ridho- ikut saya saat usianya 11 tahun. Dia datang ke Persada bareng Surya Maulana (sekarang pemain Bhayangkara FC). Keduanya dari Surabaya rela datang ke Damarsi untuk berlatih dan jaraknya lumayan jauh," kenang Setiawan kepada JawaPos.com beberapa waktu lalu.

Jarak yang jauh tak menghentikan semangat Rizky Ridho meniti karier sebagai pesepak bola profesional. Rutinitas itu dia lakukan selama hampir empat tahun lamanya.

Bahkan tak jarang Edo diantar langsung oleh ayahnya, dan ditinggal di rumah Setiawan jika ada pertandingan saat weekend. Maklum, rumah Setiawan ketika itu yang tidak jauh dari Lapangan Damarsi.

'Minggu pagi kan jadwalnya kalau tidak berlatih ya bertanding. Pertandingan sering di luar Sidoarjo juga,' ujar lelaki yang pernah menangani Deltras Sidoarjo di Liga 2 dan Liga 3 itu.

Namun pada 2015-2016, Setiawan dan Rizky Ridho harus berpisah. Sebab dia mendapatkan tawaran untuk menangani tim senior Deltras. Tak lama, Ridho juga hengkang ke klub internal Persebaya Surabaya.

"Namun, saya dan Edo juga ayahnya tetap sering komunikasi tapi tidak pernah bertatap muka," tutur Setiawan.

Nah, sejak saat itu, Rizky Ridho semakin berkembang. Dia menjelma sebagai bek tangguh bak tembok kokoh yang sulit ditembus. Nama Rizky Ridho pun mulai tercium publik sepak bola Jawa Timur ketika berada di akademi Persebaya Surabaya. Dia jadi aktor di balik keberhasilan Persebaya Surabaya menjuarai Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-20 2019.

Rizky Ridho kemudian langsung mendapatkan promosi ke tim utama Persebaya Surabaya. Dia dapat kesempatan debut bareng Green Force saat diturunkan oleh pelatih saat itu, Aji Santoso melawan Persipura Jayapura pada 13 Maret 2020 dalam pertandingan Liga 1 2019/2020.

Rizky Ridho melakoni debut profesional di usia 19 tahun. Itu jadi panggung pertama dirinya menunjukkan bakat dan kemampuannya di sepak bola Indonesia.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore