
Konsistensi jadi salah satu poin penting yang harus dimiliki skuad Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2024/2025 untuk mengakhiri musim dengan gelar juara. (Instagram/@officialpersebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya akan melanjutkan langkahnya di Liga 1 Indonesia 2024/2025. Mereka akan menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat, 27 September 2027.
Pertandingan yang dijadwalkan kick off pukul 19.00 WIB ini menjadi momen penting bagi Green Force. Mereka bertekad melanjutkan tren positif dan memperkuat posisi di puncak klasemen.
Namun, Dewa United bukanlah lawan yang bisa diremehkan. Musim lalu, mereka sukses mengalahkan Persebaya Surabaya dengan skor telak 3-0 di GBT. Selain itu, skuad Dewa United musim ini pun diisi oleh pemain-pemain berkualitas yang bisa memberikan perlawanan sengit.
Dalam sesi konferensi pers jelang pertandingan, pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, mengakui kekalahan tahun lalu. Meski begitu, dia menegaskan bahwa kondisi saat ini sudah berbeda.
"Memang Persebaya kalah tahun lalu. Namun, kami kini memiliki tim yang lebih kuat, memiliki tim baru, jadi semuanya baru," ujar Munster.
Dia juga mengingatkan anak asuhnya agar tidak meremehkan Dewa United, yang dianggap sebagai salah satu tim kuat di Liga 1 Indonesia. “Kami siap untuk pertandingan nanti. Kami tidak boleh meremehkan lawan, karena Dewa United adalah tim kuat,” lanjutnya.
Persebaya Surabaya telah bertemu Dewa United sebanyak empat kali. Dua kemenangan berhasil diraih oleh Green Force, sementara satu laga berakhir imbang, dan satu kemenangan untuk Dewa United.
Uniknya, di kubu Dewa United kini banyak dihuni mantan pemain Persebaya Surabaya seperti Reva Adi, Alta Ballah, Ricky Kambuaya, Ahmad Nufiandani, Taisei Marukawa, hingga Ady Setiawan. Ini tentu menambah bumbu persaingan dalam pertandingan.
Meski dihuni oleh banyak mantan pemainnya, kapten Persebaya Surabaya, Bruno Moreira, tetap optimistis. "Mereka punya beberapa pemain yang pernah bermain di sini, juga banyak pemain bagus. Namun, fokus kami adalah berjuang untuk meraih kemenangan. Fokus pada tim sendiri," tegas Bruno.
Dia juga tidak menganggap kehadiran para mantan pemain tersebut sebagai masalah besar. Menurutnya, yang terpenting adalah fokus pada kekuatan tim sendiri.
Persebaya Surabaya saat ini berada di puncak klasemen dengan 16 poin hingga pekan keenam. Kemenangan dalam laga melawan Dewa United menjadi penting agar posisi mereka di puncak klasemen tidak tergeser oleh Borneo FC, yang berada di peringkat kedua.
Di sisi lain, ada fenomena menarik yang muncul di media sosial. Banyak netizen yang membandingkan Persebaya Surabaya dengan Arsenal, tim raksasa Inggris yang terkenal kerap tampil gemilang di awal musim namun sering mengalami penurunan performa di akhir kompetisi.
Dalam sebuah unggahan di akun Instagram resmi Liga 1 (@liga1match), netizen menyebut Persebaya Surabaya sebagai "Arsenal cabang Indonesia."
Salah satu netizen dengan jenaka berkomentar, "Arsenal cabang Indonesia wkwkwkw ntar lawan king Persib mati dia."
Komentar ini mengacu pada anggapan bahwa Persebaya Surabaya, seperti Arsenal, akan menghadapi tantangan berat ketika bertemu tim-tim besar. Tidak sedikit pula yang melontarkan candaan terkait performa Green Force.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
