
TEGURAN KERAS: Pemain Persebaya Surabaya diharapkan bisa lebih disiplin lagi di sisa laga Liga 1 Indonesia 2023/2024. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya mendapat sorotan dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI setelah sejumlah insiden di beberapa pertandingan dalam kompetisi BRI Liga 1 2023/2024.
Komdis PSSI mengumumkan hasil sidang yang dilakukan pada 12 Februari 2024, yang menyoroti beberapa pelanggaran yang melibatkan pemain dan tim berjuluk Green Force.
Pertama, insiden yang melibatkan pemain Persebaya, yakni Reva Adi Utama, dalam pertandingan melawan Bhayangkara FC. Reva Adi Utama terlibat dalam aksi kasar yang mengakibatkan kartu merah langsung, sehingga dikenai larangan bermain selama dua pertandingan dan denda sebesar Rp 10 juta.
Selain itu, Reva Adi Utama juga mendapatkan hukuman tambahan karena memasuki area lapangan permainan dengan jersey yang sama, yang berujung pada teguran keras.
Tak hanya itu, Persebaya Surabaya juga terkena sanksi dari Komdis PSSI. Dalam pertandingan yang sama, lima pemain Persebaya mendapat kartu kuning, yang mengakibatkan denda sebesar Rp 50 juta bagi tim. Ini menunjukkan perlunya kontrol yang lebih baik dalam menjaga disiplin pemain selama pertandingan.
Selain itu, ketika Bhayangkara FC menghadapi Persebaya Surabaya, pemain The Guardian juga terlibat dalam insiden di lapangan. Pemain mereka, Sani Rizki Fauzi, juga mendapat hukuman karena bertindak kasar dan mendapatkan kartu merah langsung ketika terjadi insiden dengan Reva Adi Utama. Dia diberi larangan bermain selama dua pertandingan dan denda sebesar Rp 10 juta.
Tak hanya Persebaya Surabaya, beberapa klub lainnya juga mendapat sanksi dari Komdis PSSI. PSIM Yogyakarta dan PSMS Medan didenda atas kegagalan mengantisipasi kehadiran suporter di stadion pada pertandingan Liga 2, sedangkan Bali United FC, dan Persija Jakarta juga terkena denda karena banyaknya pemain yang mendapat kartu kuning dalam pertandingan.
Hal ini menjadi peringatan bagi semua pihak terkait, baik pemain maupun tim untuk lebih memperhatikan disiplin dalam bertanding. Pelanggaran yang dilakukan tidak hanya merugikan klub secara finansial, tetapi juga dapat merusak citra dan reputasi tim di mata publik.
Persebaya Surabaya diharapkan dapat mengambil hukuman ini sebagai pembelajaran untuk meningkatkan disiplin dan profesionalisme dalam setiap pertandingan yang akan datang. Dengan demikian, mereka dapat terus berkompetisi dengan sportivitas dan menjaga integritas sebagai salah satu klub besar dalam kompetisi sepak bola Indonesia.
Melalui teguran keras ini, diharapkan akan tercipta suasana yang lebih baik dalam kompetisi sepak bola Tanah Air, di mana fair play dan sportivitas menjadi hal yang utama. Semoga semua pihak dapat belajar dari kesalahan dan terus berupaya untuk memajukan dunia sepak bola Indonesia menuju arah yang lebih baik.
Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI | 12 Februari 2024
- Nama Kompetisi: Pegadaian Liga 2 2023/2024
- Pertandingan: PSMS Medan vs PSIM Yogyakarta
- Tanggal Kejadian: 3 Februari 2024
- Jenis Pelanggaran: Gagal mengantisipasi kehadiran suporter PSIM Yogyakarta sebagai suporter klub tamu di stadion

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
