Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Desember 2023 | 20.02 WIB

Ketua Umum PSSI Erick Thohir Dukung Penuh Penangkapan Pelaku Match Fixing oleh Polri, PSS Sleman dan Persikabo 1973 Terancam

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketum PSSI Erick Thohir meneken nota kesepahaman atau MoU terkait persepakbolaan Tanah Air di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/12/2023). - Image

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketum PSSI Erick Thohir meneken nota kesepahaman atau MoU terkait persepakbolaan Tanah Air di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/12/2023).

JawaPos.com – Ketua Umum PSSI Erick Thohir secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap tindakan penahanan yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terhadap tiga pelaku yang diduga terlibat dalam suap pengaturan skor pertandingan.

Erick Thohir juga menyampaikan dukungan terhadap rekomendasi hukuman yang diberikan oleh Satgas Antimafia Bola Mabes Polri terhadap dua klub yang terlibat dalam praktik match fixing.

Dilansir dari Antara Kamis (21/12), Erick Thohir menegaskan komitmen PSSI untuk bekerja sama dengan Polri dalam mengusut dan memberantas praktik-praktik tidak fair di dunia sepak bola.

Beliau menekankan bahwa jika terdapat bukti yang kuat, tindakan penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu.

Erick Thohir menganggap bahwa penegakan hukum dan pemberian sanksi merupakan satu-satunya pilihan yang dapat membangun citra sepak bola Indonesia yang bersih dan sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo.

Beliau menjelaskan bahwa langkah-langkah tegas ini perlu diambil untuk menghapuskan praktik suap dan judi di dalam dunia sepak bola Tanah Air.

Aktor intelektual di balik pengaturan skor Liga 2 2018 yang memiliki inisial VW telah resmi ditahan oleh pihak kepolisian bersama dua tersangka lainnya, yaitu DRN dan KM, mulai Rabu (20/12).

Tindakan penahanan tersebut dilakukan setelah mereka menjalani serangkaian pemeriksaan sejak pagi.

Sementara pada Rabu (13/12) pekan sebelumnya, Satgas Antimafia Bola Polri telah menetapkan delapan tersangka lainnya atas tuduhan match fixing di dunia sepak bola Indonesia Liga 2 2018.

Dengan tindakan ini, PSSI dan Polri bersama-sama berusaha memberikan sinyal kuat bahwa tindakan korupsi dan manipulasi hasil pertandingan tidak akan ditoleransi demi menjaga integritas dan kemurnian sepak bola Indonesia.

Kepala Satgas Antimafia Bola, Irjen Asep Edi Suheri, mengungkapkan bahwa delapan tersangka dalam kasus ini terdiri dari empat wasit (inisial K, RP, AS, dan R), satu asisten manajer klub (DRN), satu LO wasit (KM), dan seorang pelobi (VW), dengan seorang kurir berstatus DPO bernama GAS.

Dua klub Liga 1 2023/2024, PSS Sleman dan Persikabo 1973, berpotensi mendapat hukuman Komdis PSSI setelah rekomendasi Tim Satgas Antimafia Bola Mabes Polri.

PSS Sleman terancam pengurangan poin dan degradasi ke Liga 2 karena terlibat dalam match fixing Liga 2 2018.

Persikabo 1973 juga berisiko pengurangan poin karena menerima sponsor dari situs judi online. Erick Thohir berharap penerapan hukum yang tepat memberikan efek jera dan menegaskan seriusnya PSSI, Polri, dan Satgas Antimafia Bola dalam menangani kasus ini serta memperingatkan klub-klub agar berhati-hati terkait match fixing.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore