Maura Hally menunjukkan klipingan berita Jawa Pos tentang kariernya sebagai emain dan pelatih.
Jawa Pos yang hari ini merayakan hari jadinya yang ke-74 memiliki arti yang sangat penting bagi perjalanan karier Maura Hally dan Aji Santoso.
BAGUS P. PAMUNGKAS - FARID S. MAULANA, Surabaya
ADA dua wartawan yang diingat salah seorang legenda Persebaya Surabaya Maura Hally: Abdul Muis dan Kholili Indro (almarhum). Semasa masih aktif bermain, karya dua jurnalis Jawa Pos itu selalu dia kumpulkan. Lalu dibingkai dalam album foto berwarna hijau.
Maura mengaku dekat dengan keduanya. ’’Kami ngobrol sudah seperti teman sendiri. Kadang kalau pas tanding ke luar kota, kami tidur sekamar di hotel,’’ kenang gelandang yang membawa Persebaya Surabaya juara Liga Indonesia musim 1987–1988 itu.
Saat ditemui Jawa Pos di kediamannya di kawasan Rungkut kemarin, album itu memiliki 12 halaman. Hampir separo isinya adalah artikel berita dari Jawa Pos. Mulai dari Persebaya juara musim 1987–1988 sampai saat Maura sudah jadi pelatih.
’’Saya ini langganan Jawa Pos sejak tahun 1986. Kalau nggak salah, waktu itu harganya masih Rp 14 ribu per bulan,’’ ungkapnya.
Ada artikel yang menurutnya paling berkesan. Yakni, tulisan Kholili Indro saat dirinya mampu membawa timnas U-15 juara dalam ajang Lions Cup di Singapura pada 1992. Artikel itu bermodel kolom cerita. Maura yang bercerita, kemudian dituliskan dengan model bertutur oleh Kholili. Tulisan itu terbit sampai tiga jilid.
’’Saya kliping tiga jilid tulisan ini. Karena memang sangat berkesan. Saya mampu membawa timnas junior juara di Singapura. Dari situ, lahir talenta muda bernama Uston Nawawi,’’ beber Maura.
Meski sibuk saat menjadi pemain ataupun pelatih, Maura selalu menyempatkan membaca Jawa Pos. ’’Pokoknya kalau ada artikel soal saya, langsung saya gunting, saya masukin album,’’ ujarnya.
Bagi Maura, Jawa Pos punya peran penting bagi Persebaya. Terutama pada medio 1980-an. ’’Dulu, media kan cuma koran atau radio. Kalau dua media ini menyudutkan pemain, pasti mental kami ikut down. Tapi dulu, Jawa Pos jadi salah satu media yang selalu mendukung Persebaya. Tulisannya positif. Boleh dibilang, tulisan Jawa Pos saat itu pula yang mengangkat mental kami sampai bisa juara musim 1987,’’ beber pria kelahiran 30 Juni 1960 tersebut.
Maura mengaku hampir semua pemain Green Force sering diwawancarai. Dijadikan bahan tulisan. Mulai dari berita berat sampai yang ringan. ’’Istilahnya, pemain Persebaya kencing pun pasti bakal dijadikan berita,’’ seloroh pria jebolan tim internal PSAD Surabaya itu.
Sampai saat ini, Maura masih mengikuti perkembangan Jawa Pos. ’’Ternyata porsi untuk berita Persebaya masih cukup besar,’’ tambahnya.
Sementara itu, mantan kapten timnas dan Persebaya Aji Santoso menyematkan satu kata untuk Jawa Pos. Yaitu: Legenda. Koran yang sudah sejak sangat lama jadi pilihannya dalam mengasup berita. Koran yang dianggapnya punya berita-berita berkualitas.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
