
Selebrasi tim Persiga Trenggalek setelah menjuarai Liga 3 Jatim.
JawaPos.com - Persiga Trenggalek keluar sebagai juara Liga 3 2018 regional Jawa Timur. Tim asuhan Chairil 'Pace' Anwar ini sukses menundukkan tuan rumah Persekabpas Pasuruan dengan skor telak 4-0, Kamis (30/8) sore di Stadion R. Soedarsono, Pogar, Pasuruan.
Persiga mendapatkan peluang emas pada menit keempat. Sayang sontekan Dian Tri Wiyono membentur mistar gawang. Persekabpas merespons lewat free kick Rico Hardiansyah menit ke-12. Hanya saja bola berhasil diblok kiper.
Persiga kembali mendapatkan peluang melalui sundulan M. Dandy Setya di menit ke-23. Apes, bola hanya mencium tiang gawang.
Persiga berhasil membuka keran gol melalui kapten tim Ali Mustofa pada menit ke-24. Berawal dari sepak pojok, sontekan Ali Mustofa gagal dihentikan kiper M. Alfarisi.
Persiga hampir mencetak gol kedua pada menit ke-33. Akan tetapi tembakan Dian Tri Wiyono masih melebar di kanan gawang. Padahal ia dalam posisi yang sangat bebas.
Persekabpas bukan tanpa peluang. Pada menit ke-41 mereka nyaris mencetak gol. Berawal dari tendangan bebas Rico yang gagal ditangkap kiper Rio Agata, bola jatuh di kaki M.Faruq. Walaupun dalam posisi sangat bebas, tendangan Faruq justru melambung tinggi di atas mistar. Skor 1-0 untuk Persiga bertahan hingga turun minum.
Persiga memperbesar keunggulan menjadi 2-0 melalui gol Dian Tri Wiyono pada menit ke-54. Dian memaksimalkan crossing Misbahul Huda untuk menjebol gawang Laskar Sakera, julukan Persekabpas.
Persekabpas kembali melewatkan peluang emas saat mendapatkan hadiah penalti setelah Dandy Setya menyentuh bola di kotak terlarang pada menit ke-60. Sayang eksekusi Ahmad Fatoni berhasil ditepis Rio Agata.
Persiga semakin meninggalkan Persekabpas setelah Wildan Mahmudi mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-69. Ada kelengahan bek-bek Persekabpas pada gol Wildan. Persiga unggul 3-0.
Persiga menutup pertandingan ini dengan kemenangan 4-0. Gol pamungkas dicetak sang kapten tim Ali Mustofa pada menit ke-90.
Chairil Anwar sangat puas dengan penampilan tim asuhannya. Menurut mantan pemain Persebaya Surabaya ini, Persiga menunjukkan grafik meningkat sejak babak 16 besar.
"Ini sebagai modal besar bagi kami saat memasuki zona Jawa nanti. Target kami bukan hanya juara di Jatim, tetapi juga nasional," kata Chairil selepas pertandingan.
Sementara pelatih Persekabpas Kasiyanto menilai timnya alami antiklimaks di pertandingan ini. Mereka terlalu percaya diri setelah mampu tampil di final.
"Euforianya berlebihan setelah masuk final. Padahal sudah ditegaskan bahwa target kami adalah nasional. Antiklimaks ini membuat fighting spirit yang tinggi menjadi tidak terlihat," ungkap eks asisten pelatih Persebaya itu.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
