Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji menyampaikan perkembangan terkini timnas Indonesia. (Zaro Ezza Syachniar/Antara)
JawaPos.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia melalui Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menanggapi hukuman yang diterima dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Ia menjawab sanksi akibat pelanggaran prosedur dalam menggelar uji coba internasional Timnas Indonesia U-22 vs Mali pada November 2025.
PSSI baru saja diumumkan oleh AFC mendapatkan hukuman denda sebesar USD 1.500 atau setara dengan Rp 25 juta. Sanksi itu terlampir dalam rilis hasil rapat Komite Disiplin dan Etik AFC, pada Rabu (25/2).
Hukuman dijatuhkan oleh AFC karena PSSI terbukti melanggar Pasal 11.15 yang mengatur tentang prosedur uji coba lintas konfederasi level dua. Federasi disebut terlambat mengajukan pemberitahuan pertandingan uji coba lintas konfederasi antara Asia (AFC) dan Afrika (CAF).
Pertandingan yang membuat PSSI melakukan pelanggaran tersebut adalah duel Timnas Indonessa U-22 vs Mali U-22. Laga itu digelar dua kali pada 15 dan 18 November 2025 sebagai persiapan untuk SEA Games 2025.
Sumardji selaku Ketua BTN, mengatakan bahwa dirinya belum menerima laporan tersebut dari Departemen Internasional PSSI. Ia akan mencari informasi lebih lanjut terlebih dahulu terkait sanksi yang diberikan AFC.
“Belum dapat laporan dari Departemen Internasional (PSSI). Nanti saya akan cek, karena saya juga belum dapat info mengenai sanksi tersebut,” kata Sumardji saat dihubungi, Kamis (26/2).
Tapi, Anggota Exco PSSI itu juga menegaskan bahwa PSSI sebagai negara anggota AFC, tentu akan patuh pada sanksi tersebut. PSSI siap untuk membayar denda Rp25 juta yang dijatuhkan oleh AFC.
“Kalau memang ada sanksi, pasti akan kami bayar,” tegas Sumardji.
Dalam keterangan AFC, tidak dijelaskan apakah PSSI dapat melakukan banding atau tidak. Federasi hanya diminta untuk membayar lunas paling lambat 30 hari setelah putusan diterbitkan.
Ini bukan hukuman pertama yang diterima PSSI dari AFC. Federasi diketahui sudah enam kali mendapatkan sanksi dari induk sepak bola di Benua Kuning sehingga ini jadi sanksi ketujuhnya.
Adapun pertandingan Timnas Indonesia U-22 vs Mali U-22 kala itu berlangung dua kali dengan hasil minor. Garuda Muda pada laga pertama kandas dengan skor telak 0-3. Kemudian di laga kedua, pasukan Indta Sjafri bermain imbang 2-2.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
