
Kiper Borneo FC Nadeo Argawinata (Dok. Borneo FC)
JawaPos.com - Nadeo Argawinata mulai menjajal dunia tarik suara. Kiper Borneo FC itu, menjadi penyanyi dan berduet dengan band pop Jawa asal Jogjakarta, Guyon Waton.
Nadeo berduet di single terbaru milik Guyon Waton berjudul Cedera Serius. Single ini dirilis pada 31 Oktober lalu. Single ini merupakan kelanjutan dari lagu Guyon Waton sebelumnya yang berjudul Pelanggaran.
Nadeo tidak menyangka bisa berduet dengan band idolanya tersebut. Semua berawal dari pertemanan antara Nadeo dengan para personil Guyon Waton.
''Kami semua berteman, mereka spontan mengajak, saya oke gas saja,'' terangnya saat ditanya Jawa Pos (3/11).
Part Nadeo mengisi suara di lagu Cedera Serius pun tak main-main. Dia benar-benar menyanyikan lagu berbahasa Jawa tersebut. Suaranya pun tak kalah dengan vokalis Guyon Waton Faisal Bagus Ibrahim.
Ditanya soal latihan vokal, pesepakbola berusia 28 tahun itu menuturkan tidak ada latihan khusus. Semuanya bersifat spontan. Benar-benar karena faktor pertemanan.
''Saya suka all genre juga soal musik, jadi tidak ada salahnya gabung (Guyon Waton) saat diajak,'' ucapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
