Ketua Umum PSSI Erick Thohir. (ANTARA)
JawaPos.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, buka suara mengenai kegagalan Timnas Indonesia meraih kemenangan atas Laos. Dia mengeluarkan kata-kata bijak menanggapi hasil yang mencatatkan sejarah memilukan skuad Garuda.
Timnas Indonesia harus puas bermain sama kuat dengan Laos pada matchday dua Grup B Piala AFF 2024. Pasukan Shin Tae-yong hanya mampu berbagi satu angka usai memainkan duel enam gol dengan skor 3-3 di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/12) malam.
Bagi Timnas Indonesia, hasil imbang ini rasa kalah. Sebab, Garuda selama ini punya catatan dan rekor sangat gemilang setiap berjumpa dengan Laos.
Sejak pertama kali berjumpa kali dengan Laos pada 26 November 1969 di King's Cup, Timnas Indonesia sebelumnya sudah mengemas 9 kemenangan dan sekali imbang.
Selain itu, 10 pertandingan antara Timnas Indonesia vs Laos selalu menghadirkan banyak gol, tapi hanya untuk Garuda. Selama 55 tahun ke belakang, Laos tak pernah bisa mencetak lebih dari 2 gol ke gawang Timnas Indonesia. Sementara Garuda, pernah dua kali menang dengan skor telak 6-0 atas Laos.
Sebelum bertanding di Stadion Manahan, Laos hanya tercatat pernah dua kali mencetak dua gol ke gawang Timnas Indonesia. Yakni ketika mereka kalah 2-5 di SEA Games 1997 dan saat menahan imbang Garuda 2-2 di Piala AFF 2012.
Itu artinya hasil imbang 3-3 pada matchday dua Grup B Piala AFF 2024 ini menjadi kali pertama bagi Laos berhasil membobol gawang Timnas Indonesia sebanyak tiga kali. Sebuah catatan rekor yang cukup mengkhawatirkan.
Terkait hasil imbang 3-3, Erick Thohir buka suara. Sambil mengunggah video nonton bersama Presiden RI ke-7, Joko Widodo, dia cukup menyayangkan hasil ini.
"Dua kali tertinggal, dua kali bangkit, bermain dengan 10 pemain dan tetap fight hingga pluit akhir meski harusnya kita bisa meraih hasil lebih baik," kata Erick Thohir dalam Instagram pribadinya.
Saat melawan Laos tadi malam, Timnas Indonesia memang sempat tertinggal dua kali pada babak pertama. Itu setelah tim tamu mencetak gol lewat Phousomboun Panyavong (9') dan Peter Phanthavong (13'). Namun, Garuda berhasil menyamakan kedudukan lewat Kadek Arel (12') dan Muhammad Ferarri (18').
Kemudian pada babak kedua, Timnas Indonesia harus bermain dengan 10 orang karena Marselino Ferdinan dikeluarkan dari lapangan. Dia diusir wasit akibat terkena kartu kuning kedua yang berujung kartu merah pada menit ke-69, usai melanggar pemain Laos.
Tapi, setelah main dengan 10 pemain, Ferarri berhasil membawa Timnas Indonesia berbalik unggul pada menit ke-72. Akan tetapi, keunggulan itu tak bisa dipertahankan karena Laos menyamakan kedudukan lima menit kemudian lewat gol Peter Phanthavong lagi.
"Bukan hasil yang kita inginkan, tapi kita harus dukung Timnas Indonesia yang sudah berjuang sepenuh hati," tutur Erick.
"Semangat untuk pertandingan berikutnya," pungkas Erick Thohir sambil menambahkan bendera Merah Putih.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
