
Kapten Timnas Indonesia yang bermain untuk Venezia, Jay Idzes. (ANTARA)
JawaPos.com - Pemain sepak bola yang memilih untuk dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan tetap bermain di liga-liga Eropa menghadapi tantangan perpajakan yang lebih rumit dibandingkan ketika mereka masih berstatus sebagai warga negara Belanda.
Mees Hilgers yang bermain di Eredivisie (Liga Belanda), Jay Idzes di Serie A (Liga Italia), dan Nathan Tjoe-A-On yang bermain di Championship (Liga 2 Inggris) adalah contoh pemain naturalisasi yang dihadapkan pada kompleksitas sistem perpajakan lintas negara. Perbedaan aturan pajak di Eropa dan Indonesia, serta kurangnya perjanjian penghindaran pajak ganda (tax treaty) antara Indonesia dan beberapa negara Eropa, menjadi hambatan utama bagi mereka.
1. Pajak Sebelum Menjadi WNI
Mees Hilgers (Belanda)
Mees Hilgers akan jadi tembok baru Timnas Indonesia redam agresivitas Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram/@meeshilgerss)
Sebagai warga negara Belanda, Hilgers sebelumnya hanya perlu membayar pajak di Belanda atas penghasilan yang diperoleh di negara tersebut. Pajak penghasilan di Belanda dikenal cukup tinggi, dengan tarif progresif hingga 49,5 persen untuk penghasilan di atas EUR 68.508. Namun, keuntungan utama bagi warga negara Belanda yang bermain di luar negeri adalah keberadaan banyak perjanjian pajak ganda yang memungkinkan mereka menghindari pajak ganda, jika penghasilan diperoleh dari luar Belanda.
Jay Idzes (Italia)
Jay Idzes. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Sebagai warga negara Belanda yang bermain di Italia, Idzes akan dikenakan pajak sesuai tarif pajak penghasilan Italia yang bisa mencapai hingga 43 persen untuk penghasilan tinggi. Namun, Italia juga menerapkan skema khusus bagi pekerja asing yang baru datang (expatriate tax scheme) yang dapat memberikan pengurangan pajak selama beberapa tahun pertama. Dengan status warga Belanda, Idzes akan memanfaatkan perjanjian pajak ganda yang ada antara Italia dan Belanda.
Nathan Tjoe-A-On (Inggris)
INKONSISTEN: Nathan Tjoe-A-On memakai nomor punggung 22, setelah akrab dengan angka 23 (Instagram @nathanjoeaonnn.page)
Bermain di Championship Division atau Liga 2 Inggris, Nathan Tjoe-A-On sebagai warga negara Belanda dikenakan pajak berdasarkan aturan pajak Inggris, yang memiliki tarif pajak progresif hingga 45 persen untuk penghasilan di atas EUR 125.140. Namun, sebagai warga Belanda, dia hanya dikenai pajak di Inggris dan tidak perlu melaporkan penghasilannya di Belanda karena adanya perjanjian pajak ganda.
2. Tantangan Perpajakan Setelah Menjadi WNI
Setelah menjadi WNI, situasi perpajakan mereka menjadi lebih rumit. Indonesia menerapkan global income taxation. Artinya, seluruh penghasilan yang diperoleh oleh WNI termasuk dari aktivitas di luar negeri, harus dilaporkan di Indonesia dan berpotensi dikenakan pajak.
Kondisi di Eropa:

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
