
Bintang Persebaya Surabaya Mohammed Rashid jadi inspirasi bagi generasi sekarang, di mana pendidikan juga penting bagi pemain sepak bola profesional. (Instagram/@moerashid95)
JawaPos.com — Keberhasilan Timnas Palestina menahan imbang Korea Selatan dalam laga pembuka Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia menjadi kejutan besar di dunia sepak bola.
Meski Palestina datang sebagai underdog, mereka berhasil mencuri satu poin dari tim raksasa Asia dengan hasil imbang 0-0 di Seoul, salah satu stadion yang dikenal angker bagi tim tamu.
Korea Selatan, yang telah mencatatkan 11 kali penampilan di Piala Dunia, gagal menembus pertahanan rapat Palestina, sebuah pencapaian yang membanggakan bagi tim asuhan Makram Daboub.
Salah satu pemain yang turut berkontribusi dalam hasil tersebut adalah Mohammed Rashid, bintang Persebaya Surabaya yang masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-81.
Meski hanya berada di lapangan selama sembilan menit, Mohammed Rashid berhasil memberikan stabilitas pada lini tengah Palestina dan membantu timnya menahan gempuran akhir Korea Selatan.
Paul Munster, pelatih Persebaya Surabaya, memberikan apresiasi tinggi terhadap performa Mohammed Rashid melalui Instagram Story miliknya. "Amazing Result @moerashid95," tulis Paul Munster, menunjukkan rasa bangganya terhadap penampilan anak asuhnya di level internasional.
Penampilan Mohammed Rashid di Timnas Palestina selalu menjadi perhatian, terutama bagi para pendukung Persebaya Surabaya. Sebagai pemain yang bermain di salah satu klub terbesar di Indonesia, Mohammed Rashid membawa ekspektasi tinggi setiap kali membela negaranya.
Dalam laga melawan Korea Selatan, Mohammed Rashid menunjukkan kemampuannya meskipun hanya bermain di sisa waktu pertandingan. Tampil selama sembilan menit, dia memberikan kontribusi penting dengan mencatatkan statistik yang cukup baik di lini tengah Palestina.
Dalam waktu singkat, Mohammed Rashid mencatat 11 kali sentuhan bola dan enam umpan sukses dari sembilan percobaan (67%). Meski akurasi umpan panjangnya tidak berhasil, Mohammed Rashid tetap terlibat dalam beberapa duel perebutan bola, memenangkan satu dari dua duel di lapangan. Dia juga berhasil melakukan satu kali dribble sukses dari satu percobaan, meski kehilangan bola sebanyak tiga kali.
Keberanian dan kemampuan Mohammed Rashid dalam menghadapi tekanan besar dari para pemain Korea Selatan menjadi bukti bahwa dia layak bermain di level tertinggi. Meskipun tim tuan rumah mendominasi pertandingan dengan bintang-bintang seperti Son Heung-min dan Lee Kang-in, Mohammed Rashid tetap tenang dan memainkan perannya dengan baik, menjaga keseimbangan tim Palestina yang mulai kelelahan di menit-menit akhir.
Apresiasi dari Paul Munster tidak hanya sebagai bentuk dukungan moral bagi Mohammed Rashid, tetapi juga sebagai pengakuan atas peran pentingnya di Persebaya Surabaya. Paul Munster, yang dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan taktik yang detail, selalu menaruh kepercayaan tinggi pada Mohammed Rashid.
Sejak didatangkan oleh Persebaya Surabaya, Mohammed Rashid telah berkembang menjadi salah satu pemain kunci di lini tengah Green Force. Kepercayaan Paul Munster terhadapnya jelas terlihat ketika dia terus diberi kesempatan tampil reguler dan menjadi salah satu motor permainan tim.
Tidak hanya di level klub, Paul Munster juga memahami bahwa pengalaman Mohammed Rashid di pentas internasional akan sangat berharga bagi Persebaya Surabaya. Dengan bermain melawan tim-tim besar seperti Korea Selatan di Kualifikasi Piala Dunia, Mohammed Rashid mendapatkan pelajaran berharga tentang bagaimana menghadapi tekanan dan bermain dalam situasi yang sulit.
Paul Munster meyakini bahwa pengalaman ini akan membantu Mohammed Rashid ketika kembali bermain di Liga 1 Indonesia 2024/2025, di mana ekspektasi dan tekanan juga sangat tinggi.
Bermain di dua level berbeda, yakni klub dan tim nasional, bukanlah tugas yang mudah bagi seorang pemain. Mohammed Rashid harus bisa menjaga performanya tetap konsisten di dua ajang berbeda, dengan gaya permainan dan taktik yang tentunya berbeda pula.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
