Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Februari 2024 | 16.54 WIB

Menelusuri Jejak Sejarah Lapangan Sepak Bola Pacar Keling Sebagai Lapangan Pertama Milik Bumiputera

PAHAMI SEJARAH: Menelusuri jejak lapangan sepak bola Pacar Keling (PJKA) yang jadi lapangan pertama milik Bumiputera di Kota Surabaya. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com) - Image

PAHAMI SEJARAH: Menelusuri jejak lapangan sepak bola Pacar Keling (PJKA) yang jadi lapangan pertama milik Bumiputera di Kota Surabaya. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com - Surabaya, kota penuh sejarah dan semangat olahraga, menyimpan rahasia tersembunyi di sudut-sudutnya. Salah satu titik penting dalam jejak sejarah sepak bola kota ini terletak di Pacar Keling, Tambaksari.

Lapangan sepak bola yang kini dikenal sebagai Lapangan Patjar Keling (PJKA) tidak hanya menjadi tempat pertandingan, tetapi juga menyimpan sejarah sebagai lapangan pertama yang dimiliki oleh masyarakat Bumiputera.

Seiring berjalannya waktu, PJKA menjadi saksi bisu perkembangan sepak bola di Surabaya, dan cerita ini terus mengalir sejak kisaran tahun 1910-1920-an. Pada masa itu, lapangan ini menjadi home base untuk Patjar Keling Inlandsch Voetbal Bond (PIVB), sebuah bond yang didirikan atas inisiatif H. Mohammad Zen, yang juga merupakan pendiri Genteng Voetbal Club.

Persebaya Series #3, sebuah inisiatif dari Bonek Campus Unesa, memberikan kesempatan langka bagi pencinta sepak bola, terutama Bonek, untuk menelusuri akar sejarah sepak bola Surabaya. Dalam acara "Babad Balbalan Suroboyo," PJKA menjadi salah satu tujuan wisata sepak bola yang akan dijelajahi oleh para peserta.

Mengikuti jejak para pemain dan penggemar sepak bola di masa lalu, tour guide berpengalaman, Fery Widyatama, penulis buku "SIVB Pasang Surut Sepak Bola Bumiputera di Surabaya 1926-1942" membawa peserta pada perjalanan yang membuka mata terhadap sejarah sepak bola di lapangan ini. Dari pacuan kuda hingga panggung gladi resik para pemain, PJKA menyimpan kisah-kisah tak terlupakan.

Sabtu (3/2) menjadi hari di mana para peserta "Babad Balbalan Suroboyo" memulai perjalanan mereka di PJKA, meresapi aura sejarah yang masih terasa hingga saat ini. Acara dimulai jam 08.00 dan berlangsung hingga jam 15.00 WIB, memberikan waktu yang cukup untuk menyelami setiap sudut lapangan yang pernah menjadi panggung bagi pertandingan-pertandingan epik.

Persebaya Surabaya, sebagai kebanggaan kota dan klub yang telah menorehkan sejarahnya, tidak lepas dari kontribusi lapangan seperti PJKA. Keterlibatan masyarakat Bumiputera pada kisaran awal abad ke-20 dalam mendirikan bond sepak bola menandai awal perkembangan sepak bola lokal yang kemudian membentuk kekuatan besar seperti Persebaya Surabaya.

Dalam konsep "Babad Balbalan Suroboyo" yang artinya membuka lembaran sejarah, PJKA menjadi lokasi kunci yang mencerminkan semangat dan perjuangan masyarakat Bumiputera dalam dunia sepak bola. Kata "Babad" dari bahasa Jawa yang bermakna "membuka lahan baru" sesuai dengan semangat untuk menggali lebih dalam akar sejarah ini.

Terkait dengan hal ini, Fery Widyatama, pemandu dalam Babad Bal Balan Suroboyo, menyampaikan bahwa pada kisaran tahun 1910-1920-an, lapangan sepak bola di Pacar Keling, Tambaksari, menjadi lapangan pertama yang dimiliki oleh masyarakat Bumiputera. Lapangan ini menjadi saksi bisu perjalanan awal sepak bola Surabaya, di mana bond PIVB dan Genteng Voetbal Club tumbuh dan berkembang.

Pacar Keling, yang kini menjadi kawasan yang terkenal dengan Lapangan PJKA, bukan hanya tempat untuk bermain sepak bola. Tempat itu adalah saksi sejarah yang menyimpan jejak keberanian dan semangat para pemuda Bumiputera dalam merintis olahraga sepak bola di Surabaya.

Melalui "Persebaya Series #3" dan acara "Babad Balbalan Suroboyo," Bonek Campus Unesa memberikan panggung untuk memahami dan menghargai bagian penting dari sejarah sepak bola Surabaya. Peserta tidak hanya akan menjadi saksi, tetapi juga bagian dari petualangan yang merunut kembali waktu hingga ke era awal perkembangan sepak bola di kota ini.

"Pahami sejarah, temukan akar, dan biarkan inspirasi mengalir," begitu bunyi motto acara ini. PJKA, dengan segala kenangan dan cerita yang tersimpan di setiap sudutnya, menjadi tempat yang menginspirasi untuk lebih mencintai dan mendukung sepak bola Surabaya, terutama Persebaya Surabaya.

Sebagai peserta, jangan lewatkan kesempatan untuk meresapi aura sejarah, bersama Fery Widyatama dan tour guide berpengalaman lainnya. Temukan keindahan dan kekuatan di balik lapangan PJKA yang telah menjadi saksi bisu dari awal kebangkitan sepak bola Bumiputera hingga kejayaan Persebaya Surabaya.

"Babad Balbalan Suroboyo" adalah undangan untuk bersama-sama menyusuri jejak sejarah dan menjadi bagian dari perjalanan yang tak terlupakan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore