
SAKSI SEJARAH: Gelora 10 November jadi saksi sejarah kemenangan Timnas Indonesia atas Australia di Kualifikasi Piala Dunia 1982 Zona Asia. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
JawaPos.com - Stadion Gelora 10 November, kandang Persebaya Surabaya yang terletak di jantung Kota Surabaya, menjadi saksi bisu bentrokan bersejarah yang terjadi pada 30 Agustus 1981.
Pertarungan yang tercatat dalam sejarah sepak bola Indonesia, di mana pada pertemuan itu skuad Garuda keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0.
Ketika itu, panggung telah disiapkan untuk pertemuan penting dalam kompetisi Grup 1 Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia ini, dan Stadion Gelora 10 November berdenyut dengan energi dari 25.000 penggemar sepak bola yang bersemangat.
Wasit, R Reyes, mengambil alih jalannya pertandingan saat tim berbaris untuk pertarungan yang akan meninggalkan bekas yang abadi.
Satu-satunya gol dalam pertandingan ini tercipta pada menit ke-88, diorkestrasi oleh kecemerlangan Herry Risdianto. Itu adalah momen yang membuat penonton bergembira, sebuah gol yang akan dikenang selama beberapa dekade mendatang.
Kemenangan tersebut menjadi bukti kepiawaian dan determinasi skuad Indonesia yang menampilkan pemain-pemain ternama di era tersebut.
Susunan pemain awal Timnas Indonesia terdiri dari pemain-pemain pendukung seperti Hamid Asnan, Rully Rudolf Nere, Abdul Rachman, dan pahlawan pencetak gol, Herry Risdianto.
Pergantian pemain yang dilakukan selama pertandingan, dengan Dede Sulaiman dan Nasir Salasa tampil penting, menunjukkan kehebatan strategis dari staf pelatih.
Di sisi lawan, skuad Australia yang dipimpin pemain seperti Dave Mitchell, Oscar Crino, dan Brett Woods mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menggagalkan serangan Indonesia. Meski berusaha keras, papan skor tetap berpihak pada Garuda.
Kini, pertandingan mendatang antara Timnas Indonesia dan Australia di Piala Asia 2023 menambah babak baru dalam sejarah persaingan mereka. Rekor sejarah mencerminkan 15 pertemuan antara kedua tim, dengan Indonesia meraih satu kemenangan pada 1981, dan pertarungan selanjutnya menghasilkan tiga kali seri dan 11 kekalahan.
Terakhir kali Indonesia merayakan kemenangan melawan Australia adalah pada tahun 1981, menjadikannya 43 tahun yang mengejutkan sejak kemenangan itu. Stadion Gelora 10 November, saksi kemenangan bersejarah itu, kini menunggu pertarungan berikutnya ketika skuad Timnas Indonesia saat ini, di bawah bimbingan pelatih Shin Tae-yong, berusaha untuk menantang rintangan.
Saat kedua tim bersiap untuk berhadapan di Stadion Jassim bin Hamad, Qatar, pada 28 Januari 2024, kenangan Stadion Gelora 10 November bergema dengan gema kejayaan masa lalu. Indonesia menghadapi tantangan untuk mengatasi defisit sejarah melawan Australia, setelah kebobolan 32 gol dalam 15 pertemuan mereka dan hanya berhasil menembus pertahanan Australia sebanyak enam kali.
Perjalanan Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 sudah memastikan satu tempat di babak 16 besar. Namun, perjuangan masih jauh dari selesai, dan pertemuan dengan Australia memberikan peluang bagi skuad saat ini untuk mengukir babak baru dalam kompetisi mereka.
Pertemuan bersejarah antara Timnas Indonesia dan Australia memberikan gambaran nyata mengenai tantangan yang dihadapi Garuda. Dari pertandingan persahabatan hingga kualifikasi Piala Dunia, kedua tim terlibat dalam pertarungan sengit, dengan Australia sering kali muncul sebagai pemenang.
Namun, kemenangan 1981 tetap menjadi sebuah mercusuar harapan, sebuah pengingat bahwa melawan segala rintangan, kemenangan bisa diraih.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
