Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Juli 2026 | 18.24 WIB

Erick Thohir Dukung Rencana FIFA Jual Hak Komersialisasi Piala Dunia

Presiden FIFA Gianni Infantino menyoroti pembangunan pusat pelatihan Timnas Indonesia di kawasan Ibu Kota Nusantara. (Instagram @gianni_infantino) - Image

Presiden FIFA Gianni Infantino menyoroti pembangunan pusat pelatihan Timnas Indonesia di kawasan Ibu Kota Nusantara. (Instagram @gianni_infantino)

JawaPos.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mendukung rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino menjual sebagian hak komersialisasi Piala Dunia kepada investor swasta. Ia menilai skema baru yang diusulkan FIFA dapat memberikan manfaat besar bagi perkembangan sepak bola Indonesia.

Presiden FIFA, Infantino, berencana membuat anak perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Perusahaan ini dibentuk untuk mengelola hak siar, sponsor, tiket, dan lisensi berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia.

Lewat perusahaan tersebut, FIFA rencananya akan menjual sebagian saham kepada investor swasta untuk menghimpun dana segar. Induk sepak bola dunia itu menaksir nilai FFE mencapai 20 miliar dolar AS atau sekira Rp360 triliun.

Dari nilai itu, setiap 211 asosiasi sepak bola anggota FIFA diiming-imingi dana segar sebesar 20 juta dolar AS atau sekitar Rp360 miliar untuk pengembangan sepak bola di masing-masing negara. Dana segar itu bisa cair jika mereka menyetujui rencana proposal yang digodok Infantino tersebut.

Masalahnya, rencana Infantino tersebut menimbulkan pro dan kontra dari para anggota FIFA. Banyak yang mengecam rencana tersebut, namun tak sedikit juga asosiasi yang mendukung skema baru tersebut.

Salah satunya adalah PSSI. Erick meniai skema baru yang diusulkan FIFA dapat membantu negara-negara berkembang seperti Indonesia untuk meningkatkan kualitas sepak bolanya karena mendapat peningkatan pendanaan.

“Sepak bola Indonesia telah mengalami transformasi dalam tiga tahun terakhir. Sepak bola kita sudah dibersihkan,” kata Erick, dilansir dari Sky News, Jumat (31/7/2026).

“Peringkat tim nasional naik dari posisi 174 ke 118. Untuk melanjutkan transformasi ini, kami membutuhkan pendanaan,” sambungnya.

Proyek ini sejartinya banjir kecaman. Salah satunya UEFA, yang merasa FIFA telah menjual jiwa sepak bola. Para investor dikhawatirkan membuat FIFA semakin kehilangan daya tawar, bahkan memunculkan kontroversi yang lebih besar.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore