Skuad Tim Nasional Jepang (Instagram @japanfootballassociation)
JawaPos.com – Jepang dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah besar untuk keluar dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan membentuk federasi baru di kawasan Asia Timur.
Rencana ini muncul setelah meningkatnya ketidakpuasan Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) terhadap praktik yang dianggap sarat manipulasi, ketimpangan kebijakan, serta pengaruh berlebihan dari negara tertentu di tubuh AFC.
Berikut 4 alasan utama yang menjadi dasar keyakinan Jepang untuk mengambil langkah tegas agar keluar dari AFC, seperti dilansir dari laman Tribuna pada Minggu (19/10).
JFA menilai Qatar memiliki kendali yang terlalu besar terhadap keputusan penting di AFC, termasuk dalam pengaturan turnamen dan kebijakan kompetisi. Pengaruh tersebut dianggap menciptakan ketidakseimbangan dalam perlakuan terhadap klub dan federasi anggota lainnya.
Jepang menilai keputusan-keputusan AFC sering kali berpihak kepada kepentingan Qatar dan sekutunya. Situasi ini memicu keresahan karena merusak prinsip keadilan dan sportivitas yang seharusnya dijunjung dalam sepak bola Asia.
Kasus yang memicu kemarahan terbesar datang dari penyelenggaraan AFC Champions League Elite di Arab Saudi. Keputusan seputar penjadwalan dan pengunduran diri Shandong Taishan membuat klub Jepang, Vissel Kobe, dirugikan karena penurunan peringkat yang tidak adil.
Meski bukan pihak yang bersalah, Kobe justru dikenai denda sebesar 10.000 dolar oleh AFC. JFA menganggap hal ini sebagai bentuk ketidakprofesionalan dan standar ganda yang menurunkan kredibilitas kompetisi.
JFA juga mengeluhkan penjadwalan kompetisi yang tidak mempertimbangkan kondisi fisik maupun komitmen pemain Jepang di Eropa. Klub-klub Jepang kerap mendapat jadwal pertandingan yang tumpang tindih dengan kalender internasional.
Hal ini berdampak pada performa dan kesiapan pemain seperti Takefusa Kubo dan rekan-rekannya. Kondisi tersebut menegaskan kurangnya penghormatan AFC terhadap keseimbangan dan kepentingan klub Jepang dalam arena internasional.
Sebagai respons atas ketidakadilan tersebut, Jepang mempertimbangkan pembentukan Federasi Sepak Bola Asia Timur sebagai wadah yang lebih transparan dan profesional. Federasi ini diharapkan dapat menaungi negara-negara yang memiliki visi serupa terhadap tata kelola sepak bola yang bersih.
Beberapa negara, termasuk Irak, dikabarkan tertarik untuk bergabung jika langkah Jepang benar-benar terealisasi. Langkah ini diperkirakan akan mengubah peta kekuatan dan struktur sepak bola di kawasan Asia secara signifikan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
