Miliano Jonathans hanya duduk di bangku cadangan saat Utrecht kalah dari Lyon. (Instagram @milianojonathans_)
JawaPos.com - Lyon meraih kemenangan tipis 1-0 atas FC Utrecht dalam laga penyisihan grup Liga Europa yang berlangsung di Stadion Galgenwaard, Utrecht, Belanda, Kamis (25/9) tengah malam.
Pertandingan di hadapan 22.083 penonton itu berlangsung ketat sejak awal, tetapi gol tunggal gelandang muda Tanner Tessmann pada menit ke-75 menjadi pembeda dan memastikan tim tamu membawa pulang tiga poin.
Utrecht memulai laga dengan semangat tinggi. Miguel Rodriguez langsung menguji kiper Lyon, Dominik Greif, melalui tembakan keras pada menit keempat yang memaksa penyelamatan gemilang. Meski begitu, penguasaan permainan lebih banyak dikuasai klub asal Prancis.
Statistik menunjukkan Lyon mengendalikan bola hingga 62,2 persen, sedangkan tuan rumah hanya 37,8 persen. Kedua tim saling menekan, dengan Lyon melepaskan total 12 percobaan tembakan dan empat di antaranya tepat sasaran. Utrecht membalas lewat 11 percobaan dan hanya dua yang mengarah ke gawang.
Pertarungan fisik begitu terasa sepanjang pertandingan. Wasit Horatiu Fesnic harus bekerja keras mengendalikan tensi dengan mengeluarkan enam kartu kuning, dua di antaranya untuk Utrecht dan empat untuk Lyon.
Souffian El Karouani dan Alonzo Engwanda menjadi pemain tuan rumah yang diganjar kartu peringatan, sementara Ainsley Maitland-Niles, Clinton Mata, Pavel Sulc, dan sang pencetak gol Tessmann menerima nasib serupa dari kubu Lyon.
Pelanggaran tercatat hingga 33 kali, memperlihatkan bagaimana kedua tim tak mau mengalah dalam perebutan bola.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-75. Rachid Ghezzal, yang baru masuk sebagai pemain pengganti, memberikan umpan matang kepada Tessmann.
Gelandang muda itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke sudut kiri atas gawang, tak mampu dijangkau kiper Vasilios Barkas.
Meski Utrecht terus berupaya membalas, termasuk peluang Sebastien Haller di menit-menit akhir, pertahanan Lyon tetap kokoh hingga peluit panjang berbunyi. Barkas sendiri tampil mengesankan dengan tiga penyelamatan krusial, tetapi upayanya tak cukup untuk menyelamatkan tim.
Di tengah atmosfer laga yang menegangkan, perhatian publik Indonesia tertuju pada sosok Miliano Jonathans. Pemain sayap berusia 20 tahun yang memiliki darah Indonesia itu kembali masuk dalam daftar pemain cadangan FC Utrecht.
Namun, pelatih Ron Jans memilih tidak memberinya kesempatan turun ke lapangan. Jonathans akhirnya hanya bisa menyaksikan laga dari bangku cadangan sepanjang 90 menit.
Keputusan itu memperpanjang penantian sang winger untuk melakoni debut di panggung Liga Europa, meskipun musim lalu ia sempat mencatat beberapa penampilan di Eredivisie. Persaingan ketat di lini serang, yang diisi nama-nama seperti Haller dan Rodriguez, menjadi tantangan tersendiri bagi perjalanan kariernya.
Secara keseluruhan, laga di Stadion Galgenwaard memperlihatkan duel seimbang dengan tensi tinggi. Utrecht memang kalah penguasaan bola, tetapi tidak menyerah begitu saja.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
