Pelatih Villareal Marcelino Garcia Toral mengamati timnya dalam pertandingan melawan Barcelona dalam pertandingan La Liga pada Minggu (21/12) dini hari. (Villareal CF)
JawaPos.com – Pelatih Villarreal, Marcelino Garcia Toral, mengecam keputusan wasit yang membuat timnya kalah ketika menjamu Barcelona.
Dikutip dari situs berita One Football, Villarreal kalah 0-2 dari Barcelona di Stadion de La Ceramica, Villareal, Spanyol, dalam pertandingan lanjutan La Liga pada Minggu (21/12) dini hari.
Marcelino bereaksi atas kekalahan tersebut dan menegaskan bahwa Villarreal berpeluang menang meskipun kekurangan jumlah pemain.
“Kita semua setuju. Villarreal yang hebat, luar biasa. Untuk mengalahkan Barcelona, Anda harus memanfaatkan peluang. Hari ini lebih menguntungkan kami daripada tahun lalu,” kata Marcelino.
Tim asuhan Marcelino tersebut dihukum pertama kalinya pada menit ke-12 setelah Santi Comesaña melanggar Raphinha di kotak penalti Villarreal.
Penyerang asal Brasil tersebut sukses mengeksekusi penalti dan membuat Barcelona unggul sementara dengan skor 1-0.
Villarreal kembali dihukum pada menit ke-39 ketika Renato Veiga mendapatkan kartu merah setelah melanggar Lamine Yamal melalui tinjauan VAR.
Yamal menutup kemenangan Barcelona pada menit ke-63 setelah memanfaatkan umpan dari Frenkie de Jong dengan skor akhir 2-0.
Marcelino mengutarakan pendapatnya ketika timnya dijatuhi penalti yang membawa angin keberuntungan kepada Barcelona.
“Saya tidak tahu apa perbedaan antara penalti dan pelanggaran (berisiko penalti) yang dilakukan oleh Rafa Marin (bek Villareal) kepada Joan Garcia (kiper Barcelona).”
“Peluang kami lebih jelas, selain penalti dan mistar gawang dari Raphinha. Pemain Barcelona yang paling menentukan adalah kiper,” jelas Marcelino.
Pelatih asal Spanyol tersebut juga menambahkan bahwa kartu merah Veiga adalah tindakan berlebihan yang dilakukan oleh wasit Javier Alberola Rojas.
“Saya berkata kepada wasit:’Bagaimana jika dia (Veiga) mendapatkan kartu kuning dan kemudian pergi ke VAR?’,” ujar Marcelino.
“Dia mengatakan kepada saya bahwa dia telah melihatnya dengan sangat jelas. Bagi saya itu adalah penggunaan kekuatan yang berlebihan,” tegasnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
