
Michael Owen saat berseragam Liverpool.(Instagram/@themichaelowen)
JawaPos.com - Michael Owen mengungkapkan dugaannya tentang para pendukung Liverpool yang kurang menerimanya. Padahal, ia memulai karirnya profesionalnya di klub tersebut sejak tahun 1997.
Mantan pemain yang pensiun sejak tahun 2013 itu membandingkan popularitasnya tidak sebesar Robbie Fowler. Legenda Liverpool itu masih dianggap 'Dewa' di Merseyside dan sangat dicintai oleh para pendukung.
Robbie Fowler memiliki keuntungan karena lahir dan dibesarkan di kota Liverpool yang bisa menjadi alasan pendukung lebih menyukainya. Berbeda dengan Michael Owen yang lahir di kota Chester yang terletak di Sungai Dee, perbatasan Wales.
Ketika bermain untuk Liverpool dan mencetak gol, Owen merasa pujian pendukung tidak sama seperti yang diterima oleh Robbie Fowler. "Saat saya berusia 20 tahun dan mencetak gol untuk Liverpool, tentu saja ada yang memuji. Namun, itu tidak seperti Robbie Fowler," ucap Michael Owen saat hadir di acara podcast 'Up Front' milik William Hill mengutip dari Givemesport, Sabtu (4/1).
Perbedaan popularitas tersebut sempat menjadi bahan diskusi Michael Owen dan Jamie Carragher. "Saya dan Jamie Carragher dulu sekamar, dan dia selalu berkata, 'Tahukah kamu? Penggemar Liverpool secara umum yang juga orang-orang Liverpool, mengira kamu milik Inggris, tetapi bukan milik Liverpool'," kata pemain yang kini berusia 45 tahun itu.
Hal tersebut memang cukup beralasan karena sejak dulu pendukung The Reds tidak menyambut baik dengan apapun yang menyangkut dengan Inggris. "Mari kita lihat dengan benar, tanpa menggeneralisasi, Liverpool bukanlah tempat paling patriotik di dunia," ujar Michael Owen.
Walaupun tidak merasa diterima sepenuhnya oleh pendukung Liverpool, Owen berhasil mencetak 158 gol dan mendapatkan Ballon d'Or tahun 2001. "Tetapi saya berkata kepada Carra (sapaan akrab Jamie Carragher): Saya memenangkan Sepatu Emas di tahun pertama saya di sini!," ucap pemain yang pernah bermain di Real Madrid tersebut.
Selain itu, reputasinya di hadapan pendukung Liverpool juga tercoreng setelah Owen bergabung dengan Manchester United yang merupakan rivalnya. Melansir Transfermarkt, ia bergabung dengan Setan Merah sejak tahun 2009 dan tampil sebanyak 52 kali di semua kompetisi serta mencetak 17 gol dan tiga assist.
