
Kevin De Bruyne, Nathan Ake, Phil Foden dan Rodri berpelukan seusai mencetak gol bagi Manchester City. (website mancity.com)
JawaPos.com - Manchester City dalam masa-masa sulit, mereka hanya bisa menang satu kali dari 14 pertandingan terakhir di berbagai kompetisi.
Padahal dalam kurun waktu 7 tahun terakhir, mereka mendapatkan 15 trofi utama, di antaranya enam kali juara Liga Inggris, satu kali juara Liga Champion dan satu gelar juara Piala Super UEFA.
Semuanya seakan-akan sirna begitu saja dengan performa yang masih belum bisa dikatakan cukup untuk menuju persaingan gelar juara Liga Inggris.
The Cityzen sekarang masih terdampar di posisi ke-6 klasemen Liga Inggris musim 2024/2025. Tertinggal 14 poin dari Liverpool yang menjadi pemuncak klasemen.
Tumpulnya lini depan bisa menjadi masalah utama buruknya Manchester City dalam beberapa pertandingan terakhir. Hanya bisa mencetak 11 gol dari 14 pertandingan, yang artinya 0,79 gol per pertandingan.
Penyerang utama, Erling Haaland dalam 14 pertandingan terakhir hanya bisa mencetak empat gol ke gawang lawan. Penurunan produktivitas gol Haaland bisa saja menjadi masalah utama Cityzen.
Selain produktivitas gol, badai cedera yang menimpa para pemain inti juga menjadi alasan kuat buruknya performa di berbagai kompetisi. Sebut saja Kevin De Bruyne, Gvardiol, Grealish dan Rodri.
Rodri diperkirakan absen lebih lama dari pemain lainnya yang diperkirakan bisa kembali merumput pada bulan Januari ini. Rodri mengalami cedera ACL yang dialami saat mengahadapi Arsenal pada bulan September 2024.
Absennya Rodri di lini tengah, membuat lini tengah tengah Man City mengalami penurunan performa. Sebab, pemain yang mendapat ballon d’or 2024 ini menjadi pemain kunci Pep Guardiola.
Dilansir dari The Guardian, Pep Guardiola menegaskan sebelum bertandang ke Leicester bahwa mereka tidak akan menyerah dengan keadaan yang seperti ini.
“Sometimes you expect it will be earlier or easier to fix but sometimes you take more time and I will not give up,” ucap Pria yang dahulu bermain untuk FC Barcelona.
Peluang bangkit itu masih ada, bulan Januari ini bisa menjadi titik bangkit dari Manchester City, menjamu tim-tim kecil seperti Salford City, Brentford dan Ipswich Town. PSG di Liga Champion dan Chelsea dalam lanjutan Liga Inggris bisa kembali menjadi batu sandungan Man City.
Masih jelas diingatan para pendukung Liverpool, bagaimana Man City bangkit setelah tertinggal beberapa poin saat paruh musim 2018/2019.
Cityzen saat itu menggila dengan melibas 14 pertandingan dengan kemenangan beruntun dan di akhir musim mereka berhasil juara berjarak satu poin dengan Liverpool.
Walaupun situasinya berbeda, fans The Cityzen tentu berharap melihat klub kesayangannya segera bangkit dari keterpurukan dan hasil buruk yang didapat selama akhir tahun 2024.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
