Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Juni 2026 | 05.28 WIB

Peredaran Tramadol Meresahkan Rakyat, Sahroni Minta Dibongkar Sampai Akar-akarnya

Barang bukti Tramadol dan Heximer sitaan dari penindakan di wilayah Tanah Abang dan Cempaka Putih. (Istimewa) - Image

Barang bukti Tramadol dan Heximer sitaan dari penindakan di wilayah Tanah Abang dan Cempaka Putih. (Istimewa)

JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menekankan bahwa peredaran obat keras ilegal, Tramadol sudah meresahkan masyarakat. Oleh karena itu, perlu ada pemutusan mata rantai hingga akar-akarnya agar peredarannya tidak semakin meluas.

Hal itu disampaikan Sahroni menanggapi aksi Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat menangkap seorang pria berinisial AR, 37, yang diduga mengedarkan tramadol di kawasan Tanah Abang. Dari tangan pelaku, polisi menyita 500 butir tramadol. 

“Saya mengapresiasi Polda Metro Jaya khususnya Polres Metro Jakarta Pusat yang berhasil meringkus pelaku. Sebelumnya kita lihat sampai ada masyarakat yang bertindak sendiri karena resah. Nah sekarang polisi juga bertindak setelah ada aduan dari masyarakat," kata Sahroni, Senin (1/6).

Politikus Partai NasDem ini menyampaikan, polisi perlu bertindak tegas dalam menangani kasus obat-obatan terlarang. Operasi di lapangan harus diperbanyak.

"Masyarakat sudah muak dan ini bisa menjadi modal untuk polisi agar makin menggencarkan kegiatannya memberantas peredaran Tramadol. Saya harapkan dengan kerja sama ini, masyarakat bisa lebih tenang karena peredaran Tramadol secara ilegal bisa dibendung,” imbuhnya.

Sahroni menekankan, polisi perlu memutus mata rantai peredaran Tramadol. Bandar besarnya harus ditangkap agar distribusi bisa diputus.

“Polisi juga harus memutus rantai pasoknya. Ratusan bahkan ribuan butir tramadol ini mereka dapat dari mana? Siapa pemasoknya? Dari jalur mana masuknya? Ini harus dibongkar sampai ke akarnya. Karena kalau hanya menangkap penjual di lapangan sementara pemasoknya masih bebas beroperasi, peredaran obat ilegal seperti ini akan terus berulang sampai kiamat,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore