
Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih. (Istimewa)
JawaPos.com - Hanya sehari setelah diresmikan Presiden Prabowo Subianto, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban mendadak ditutup oleh mitra kerjasamanya. Penutupan mendadak koperasi di Tuban itu dinilai menjadi cerminan rapuhnya koordinasi antar-pemangku kepentingan.
Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, meminta pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Koperasi Merah Putih. Ia menegaskan, koperasi bukan sekadar proyek seremonial, diperlukan tata kelola yang baik, pembinaan berkelanjutan, serta sistem manajemen dan pengawasan yang profesional.
“Permodalan yang berkelanjutan, sistem manajemen dan pengawasan yang efektif harus jelas agar koperasi mampu mandiri dan berdaya guna bagi anggota dan masyarakat sekitar,” kata Rivqy kepada wartawan, Selasa (29/7).
Koperasi Merah Putih Pucangan itu ditutup oleh PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD), yang menarik seluruh dukungan dan perlengkapan operasional setelah merasa tidak diakui perannya dalam acara peresmian oleh pihak koperasi dan kepala desa. Ia menduga, penutupan itu mencerminkan lemahnya komunikasi dan partisipasi lokal.
Karena itu, ia mengkritik pendekatan top-down yang terlalu politis dan kurang melibatkan masyarakat akar rumput dalam implementasi program.
“Pendekatan top-down yang hanya berorientasi pada agenda politis tanpa partisipasi lokal harus dihindari agar koperasi benar-benar mampu menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Rivqy juga menekankan pentingnya pelatihan SDM, sistem pelaporan yang transparan, serta mekanisme evaluasi berkala oleh lembaga independen. Menurutnya, tata kelola koperasi harus diperkuat agar program tidak sekadar jadi pencapaian kuantitatif, tapi benar-benar berdampak bagi masyarakat.
“Koperasi harus menjadi ekosistem ekonomi rakyat yang membangun kepercayaan dan partisipasi aktif masyarakat,” tambah legislator dari Dapil Jawa Timur IV itu.
Lebih lanjut, Rivqy menyebut insiden di Tuban menjadi pelajaran penting. Tanpa perencanaan matang dan koordinasi antar-pihak, program koperasi bisa gagal bahkan sebelum mulai beroperasi, serta merusak kepercayaan masyarakat terhadap ekonomi kerakyatan.
“Komisi VI DPR RI akan terus mendorong agar kebijakan pemerintah dalam pembinaan koperasi direvisi dan diperkuat agar program-program serupa benar-benar berdampak di tingkat desa dan komunitas,” pungkasnya.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
