Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 November 2023 | 06.59 WIB

Praktisi Hukum Sebut Transisi Kepemimpin Tua kepada Kaum Muda Sudah Waktunya Dijalankan

Praktisi Hukum Agus Widjajanto menyatakan bahwa untuk bisa memahami dan mengetahui sistem Ketatanegaraan sebuah Bangsa, maka harus mempelajari sejarah dan latar belakang terbentuknya Negara. - Image

Praktisi Hukum Agus Widjajanto menyatakan bahwa untuk bisa memahami dan mengetahui sistem Ketatanegaraan sebuah Bangsa, maka harus mempelajari sejarah dan latar belakang terbentuknya Negara.

JawaPos.com - Praktisi Hukum dan Pemerhati Politik, sosial, dan budaya Agus Widjajanto mengatakan, maju ataupun tidaknya Gibran Rakabuming Raka dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2024, sepatutnya generasi muda dan calon pemimpin memang harus didukung dan diberikan ruang. 

"Jadi bukan sebaliknya, memasang batasan yang menghambat karir politik pemimpin muda. Baik itu syarat minimal umur, pengalaman, hingga partai pengusung harus memiliki kursi di DPR," ujar Agus Widjajanto.

Agus juga berharap, transisi pemimpin tua ke pemimpin muda sudah waktunya dijalankan. "Kalau tidak sekarang, kita akan terlambat," imbuhnya.  

Agus mengungkapkan beberapa contoh pemimpin muda yang mampu memimpin negara. Salah satunya, Emmanuel Macron yang terpilih menjadi Presiden Prancis di usia 39 tahun. "Ia adalah contoh pemimpin muda yang sukses yang memimpin partai politik dan terpilih sebagai Presiden tahun 2017," ujarnya. 

Kemudian ada Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern. Ia menjadi Perdana Menteri pada usia 37 tahun dan kepemimpinannya diakui dalam menangani berbagai peristiwa. Dari serangkaian serangan teror di Masjid Al Noor dan Linwood Islamic Centre di Kota Christchurch pada 15 Maret 2019. Tragedi tersebut diketahui menewaskan sedikitnya 50 orang meninggal dan puluhan lainnya terluka.  

"Perdana Menteri Jacinda juga berhasil menangani pandemi Covid-19 dengan baik," kata Agus. 

Selanjutnya Pemimpin Partai Rakyat Austria Sebastian Kurz yang terpilih sebagai Kanselir Aurtria pertama pada tahun 2013 di usia 27 tahun. Ia menjadi salah satu pemimpin muda terkemuda di Eropa. 

Lalu ada, Sanna Martin yang terpilih menjadi Perdana Menteri Finlandia di usia 34 tahun, Perdana Menteri Irlandia Leo Varadkar yang terpilih diusia 38 tahun dan Alexandria Ocasio-Cortez yang terpilih sebagai anggota Kongres Amerika Serikat di usia 29 tahun. 

Karena itu, lanjut Agus, pemilihan pemimpin adalah suatu hal yang kompleks dan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dari pandangan politik, kualifikasi, rekam jejak dan visi kepemimpinan. Sampai disini, ia melihat beberapa pemimpin muda di Indonesia telah muncul dan memiliki potensi untuk memimpin Indonesia ke depan. 

"Kemunculan sosok Gibran setidaknya juga memberikan angin segar bagi pemilih millenial," ucapnya. 

Pemilih millenial dimaksud mayoritas adalah Gen Z dan generasi muda dengan rentang umur dari 20 - 44 tahun. Merujuk pernyataan Anggota KPU August Mellaz bahwa Pemilu 2024 didominasi pemilih millenial antara 55 hingga 60 persen dari jumlah pemilih yang ada.

Menurutnya, dengan hadirnya Gibran yang mewakili orang muda mendampingi Prabowo Subianto, Agus Widjajanto beranggapan pasangan ini berpeluang memenangkan kontestasi Pemilihan Presiden Tahun 2024. Apalagi, kata dia, fakta hari ini menunjukkan bahwa mayoritas orang muda menginginkan pemimpin muda yang energik, inovatif dan energik. 

"Gibran bagaimanapun mewakili orang muda, majunya Gibran mendampingi Prabowo memberikan ruang bagi pemilih millenial untuk menentukan masa depan Indonesia ke depan sesuai dengan keinginan mereka," imbuhnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore