Ketua Umum DPP KNPI Putri Khairunnisa. (Istimewa)
JawaPos.com - Ketua Umum DPP KNPI Putri Khairunnisa tak sepakat soal keputusan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mundur sebagai anggota DPR RI. Oleh karena itu, dia meminta kepada Fraksi Gerindra DPR RI meninjau ulang proses penonaktifan tersebut.
Putri mengatakan, Sara merupakan wakil perempuan di parlemen. Tidak bagus bila keterwakilan perempuan berkurang di tingkat legislasi.
"Saya mendorong untuk tinjau ulang, karena kebutuhan perempuan dan anak muda di parlemen yang menjadi alasannya saya menuntut ini," kata Putri dalam keterangan tertulis, Rabu (17/9).
Perempuan yang pernah menjadi Putri Pariwisata DKI Jakarta 2017 ini menilai, Sara adalah sosok yang vokal membela kelompok perempuan dan generasi muda. Sebab itu, keputusan mundur sebagai anggota DPR diyakini akan merugikan.
"Khususnya saya sesama perempuan, ya sangat menyayangkan bila dinonaktifkan, dan menuntut jangan di proses. Karena bagi kami pemuda tahu persis kegigihan Sis Saras. Dia kerjakan ini jauh sebelum masuk parlemen," imbuhnya.
Putri berharap Fraksi Partai Gerindra DPR RI tidak tergesa-gesa mengambil keputusan dalam situasi ini. Terlebih, Sara tidak melakukan kesalahan besar sebelum memutuskan mundur.
"Kami sangat menyayangkan pilihan mundurnya ini, lagi pula tidak ada kesalahan yang serius menimbulkan polemik dan menyakiti siapapun. Lalu kenapa harus dibayar dengan penonaktifan," jelasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyatakan mundur dari jabatannya sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029. Hal itu disampaikan perempuan yang biasa disapa itu Sara dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.
Sara menyatakan masih memiliki satu tugas akhir di parlemen terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepariwisataan sebelum resmi berhenti bertugas.
"Dengan ini, saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai Anggota DPR RI kepada Fraksi Partai Gerindra. Saya berharap masih dapat diberikan kesempatan untuk menyelesaikan satu tugas terakhir, yaitu pembahasan dan pengesahan RUU Kepariwisataan yang merupakan produk legislasi kami di Komisi VII," kata Sara dalam tayangan video yang diunggah di Instagram-nya, Rabu (10/9).
Sara yang merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto itu menyampaikan permintaan maaf dan menyampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan oleh konstituen di daerah pemilihan (dapil) Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu. "Saya mohon maaf, jika saya telah mengecewakan Anda selama saya mengemban tugas ini," tegasnya.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
