Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Juli 2025 | 18.35 WIB

Prof Iswanto Sucandy Pakar bedah hepatobilier AS Resmi Jadi Adjunct Professor FK Unair, Dorong Perkembangan Bedah Robotik di Indonesia

Prof. Iswanto Sucandy usai pengukuhan dirinya sebagai Adjunct Professor Fakultas kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Kamis (24/7/2025). (Juliana Christy/Jawa Pos) - Image

Prof. Iswanto Sucandy usai pengukuhan dirinya sebagai Adjunct Professor Fakultas kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Kamis (24/7/2025). (Juliana Christy/Jawa Pos)

JawaPos.com – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya resmi mengukuhkan Prof. Iswanto Sucandy, MD, FACS sebagai Adjunct Professor, Kamis (24/7).

Dalam orasi ilmiahnya di Aula FK Unair, Iswanto menekankan pentingnya pengembangan bedah robotik sebagai teknologi masa depan di Indonesia.

Adjunct professor adalah gelar akademik yang diberikan kepada seorang pakar atau profesional dari luar institusi perguruan tinggi.

Sang pakar diundang untuk berkontribusi dalam kegiatan akademik seperti mengajar, membimbing, atau melakukan riset di kampus tanpa harus menjadi dosen tetap.

Berbeda dengan guru besar tetap (profesor penuh), adjunct professor biasanya tidak memiliki kewajiban administratif atau struktural dalam universitas.

Tetapi ia tetap berperan penting dalam pengembangan mutu akademik, terutama lewat kolaborasi internasional dan transfer keahlian.

Pengangkatan Iswanto sebagai adjunct professor menjadi bentuk pengakuan atas keahlian dan reputasi internasionalnya, sekaligus menjembatani kolaborasi antara FK Unair dengan institusi luar negeri tempat ia berkarir.

Iswanto adalah ahli bedah hepatobilier yang kini aktif di Advent Health Tampa, University of Central Florida, Amerika Serikat.

Ia merupakan alumnus FK Unair angkatan 1997, dan sejak 2004 telah meniti karir di AS hingga dikenal luas sebagai salah satu pionir robotic surgery untuk kasus kanker di saluran pencernaan dan hati.

“Robotik surgery di Amerika sudah jadi standar. Di Indonesia, kita baru memulai. Saya ingin membantu agar teknologi ini bisa tumbuh dan berkelanjutan di sini,” terang Iswanto dalam orasi bertajuk Advances in Colorectal Carcinoma with Liver Metastasis: From Diagnosis to Surgical Intervention.

Di hadapan para dosen, mahasiswa, dan tamu undangan, ia menyampaikan bahwa robotik bukan hanya soal alat canggih, tetapi bagian dari transformasi pendidikan dan kompetensi dokter bedah.

“Saya bukan hanya ingin memperkenalkan robotik, tapi juga membantu meningkatkan kemampuan dokter muda Indonesia. Mulai dari riset bersama hingga pelatihan singkat di Amerika. Ilmunya harus dibawa pulang dan dipakai di sini,” ujarnya.

Sebagai peneliti, Iswanto juga memiliki rekam jejak luar biasa. Ia telah menghasilkan lebih dari 2.000 sitasi ilmiah dengan H-index 25, menjadikannya salah satu ahli bedah Indonesia dengan kontribusi akademik tinggi di kancah global.

Wakil Dekan I FK Unair Achmad Chusnu Romdhoni mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian Iswanto sebagai alumnus.

Ia menilai kehadiran Iswanto sebagai Adjunct Professor menjadi energi baru bagi FK Unair untuk bersaing di tingkat internasional.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore