
Photo
JawaPos.com - Perjuangan anak-anak Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Bulungan, untuk tetap bersekolah patut diapresiasi. Demi bisa lebih cepat tiba di sekolah atau pulang ke rumah, mereka menyeberangi anak sungai dengan berenang.
Sebelum menyeberangi sungai, tampak anak-anak Desa Pimping terlebih dahulu melepas pakaian sekolah mereka. Lalu berenang sambil satu tangan diangkat memegang pakaian sekolah. Sementara buku atau peralatan sekolah, terpaksa dititipkan di pondok petani yang berada ke arah sekolahnya agar tidak basah.
“Rumah jauh dari sekolah. Kalau mau ke sekolah saya dan teman-teman berenang melewati sungai,” ujar Kia kepada Bulungan Post (Jawa Pos Group), belum lama ini.
Murid kelas 5 SDN 012 Desa Pimping ini mengaku menyeberangi sungai dengan lebar sekitar 30 meter itu agar bisa lebih cepat jika dibanding akses lain. Apalagi, orang tuanya pun tidak memiliki kendaraan untuk bisa mengantar ke sekolah melalui akses lainnya.
“Iya, kalau lewat sungai bisa lebih cepat. Kalau jalan kaki lewat jalan yang jauh itu bisa satu jam. Kalau lewat sungai setengah jam sudah sampai di sekolah,” timpal Burhan, kakak kelas Kia.
Untuk lewat sungai pun, ia dan teman-temannya harus berangkat dari rumah lebih awal. Apalagi ketika melalui jalan darat yang membutuhkan waktu sekira satu jam.
Namun, ketika air sungai sedang pasang. Burhan dan teman-temannya pun mau tidak mau harus berjalan kaki melewati jalan yang lain. “Kalau air tidak pasang bisa saja kami berenang lewat sungai, karena tidak telalu dalam dan arus juga tidak deras,” akunya.
“Kadang ada juga yang bantu menyeberang (sungai), kalau ada yang naik perahu lewat mau ke ladang,” sambungnya.
Petrus, murid SDN 012 lainnya, mengaku walaupun harus menyeberangi sungai, bukan halangan baginya untuk menempuh pendidikan. “Rajin aja kami ke sekolah, ramai-ramai juga dengan teman. Sudah biasa kami seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, Markus, salah seorang petani yang kerap melihat Burhan dan anak-anak Desa Pimping lain ke sekolah dengan menyeberangi sungai, merasa prihatin.
“Setiap saya di ladang pasti ketemu mereka ketika pulang dari sekolah. Biasanya mereka membungkus seragam dengan plastik hitam agar tidak basah,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Prediksi Skor Lecce vs Roma di Liga Italia: Misi I Giallorossi Curi 3 Poin di Stadio Via del Mare!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Celta Vigo vs Athletic Bilbao: Masih Tumpul, Los Leones Terancam Gagal Menang Lagi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG Karena Tak Penuhi SLHS, Ini Data Rinciannya
