
VISI: Vidi Aldiano saat tampil di Geekfest 2017 di Surabaya, Sabtu (20/5).
JawaPos.com - Geekfest 2017 yang diadakan di Surabaya pada Sabtu (20/5) menjadi titik temu seluruh penggiat dan penikmat industri kreatif di Indonesia. ’’Kolaborasi merupakan awal dari energi digital," ucap Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Salah satu mata acara yang paling ditunggu-tunggu, adalah pemaparan Vidi Aldiano yang sukses menjalakan bisinis di bidang industri musik, kuliner, dan fashion, kini Vidi akan merambah dunia startup digital.
Ketertarikan Vidi di dunia startup digital khususnya crowdfunding bermula saat dia menjalankan kuliah S2 di Manchester University. Saat itu Vidi mengambil thesis tentang crowdfunding.
“Iya, jadi aku emang lagi bikin startup digital dan alasannya adalah karena pengalaman pribadi gue. Nama startup-nya adalah KROWD, yaitu sebuah platform yang mehubungkan para kreator di industri kreatif untuk saling berkolaborasi dan berkarya,” ujar Vidi, dalam sesi talks Geekfest 2017 bertajuk The Disruptive Power of Collaboration.
Diakui Vidi, alasannya menciptakan startup ini adalah karena masalah yang dia alami sendiri dari dulu saat sedang menggarap album baru. Vidi bercerita bahwa saat membuat album, dia sering kali kesulitan menemukan orang yang mahir dan sesuai dengan seleranya dalam pembuatan video klip musik atau cover albumnya.
“Tahun lalu saat aku mau meluncurkan album Persona, aku sempat kesulitan mencari kreator yang sesuai sama apa yang dimau. Jadi ceritanya karena setelah lima tahun vakum, aku kepengin album Persona ini diluncurkan tidak hanya dalam bentuk CD biasa, tapi dalam bentuk artbook. Saat itu lah aaku ketemu Kreavi, dan berkolaborasi sama Kreavi untuk menciptakan artbook dari album Persona ini,” ungkap Vidi.
Momentum itulah yang diakui Vidi menjadi inspirasinya dalam menciptakan KROWD. dia merasa dibutuhkannya sebuah platform yang bisa mehubungkan antara satu kreator kreatif dengan kreator lainnya, agar mereka bisa saling bertemu, berkolaborasi, dan berkarya bersama.
“Setelah kerja sama dengan Kreavi, aku berpikir, berarti yang bisa punya akses untuk ketemu langsung dengan para kreator itu tidak semua orang. Nah, dari situ aku kepikiran untuk bikin sesuatu yang bisa mengumpulkan semua pelaku industri kreatif, bisa apa aja, musisi, komikus, videographer, designer, dan sebagainya, dalam satu tempat jadi mereka bisa ketemu dan berkenalan, dan dapat berujung pada mereka bikin karya bareng. Dari situ lah aku kepikiran untuk bikin KROWD ini,” jelas Vidi. (ina/jpg)

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
