Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Februari 2017 | 00.38 WIB

Tak Ada Dosen, Kuliah Kedokteran di Universitas Papua Berhenti

Ilustrasi - Image

Ilustrasi


JawaPos.com- Program pemerintah memperbanyak fakultas kedokteran (FK) menghadapi masalah. Sejak Oktober tahun lalu, perkuliahan di FK Universitas Papua (Unipa) berhenti. Penyebabnya, kampus pecahan Universitas Cenderawasih itu kekurangan dosen kedokteran.



Dirjen Sumber Daya Iptek-Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti membenarkan bahwa perkuliahan di FK Unipa berhenti sejak beberapa bulan lalu. Penyebabnya, dosen-dosen yang selama ini didatangkan dari FK Universitas Indonesia (UI) tidak bisa lagi mengajar ke sana.



Ghufron menceritakan, FK di Unipa lahir karena kerja sama dengan FK UI. Saat kerja sama ditetapkan pada 2014, ada komitmen dari Pemkab Sorong untuk membantu dana transportasi dan akomodasi dosen-dosen dari FK UI. ’’Kemudian tidak sesuai dengan perencanaan. Uang dari pemda sulit,’’ jelasnya.



Guru besar UGM Jogjakarta itu menjelaskan, sebenarnya FK Unipa bukannya tidak memiliki dosen sendiri sama sekali. Kondisi saat ini, jumlah dosen FK Unipa tidak cukup untuk mengajar ratusan mahasiswa.



Dia menceritakan, meski dosen yang didatangkan dari FK UI itu berstatus PNS, mereka tetap membutuhkan ongkos yang besar. Selain jumlah dosen dari FK UI relatif banyak, dalam sebulan mereka bisa hadir berkali-kali. Ghufron menyatakan akan mencari solusi supaya perkuliahan di FK Unipa kembali berjalan.



Kepala Kantor Humas UI Rifelly Dewi Astuti menuturkan, memang ada kerja sama antara FK UI, FK Unipa, dan pemda setempat. Dalam setiap semester, FK UI menyiapkan tiga modul perkuliahan. ’’Jumlah dosen dari FK UI sebanyak 20–25 orang,’’ jelasnya.



Menurut dia, pekuliahan di FK Unipa berhenti bukan karena dosen FK UI tidak mau lagi mengajar. Dia menegaskan, dosen-dosen FK UI justru sangat bersedia mengajar di FK Unipa dan melanjutkan kerja sama yang sudah terjalin selama tiga tahun tersebut. ’’Namun, saat ini keberangkatan dosen-dosen dari FK UI ke Unipa terkendala permasalahan internal Unipa,’’ ungkapnya.



Wakil Ketua Komisi X DPR Ferdiansyah menyatakan, kasus berhentinya perkuliahan di FK Unipa harus dijadikan pelajaran. ’’Kemenristekdikti jangan terlalu mengumbar perizinan FK-FK baru,’’ tegasnya.



Sebab, pembukaan FK baru harus diikuti kajian ketersediaan dosennya. Dia tidak ingin FK yang sudah menjaring mahasiswa berhenti di tengah jalan karena dosennya tidak cukup.



Perkuliahan FK di Unipa itu terlaksana atas komitmen bersama antara Unipa, UI, dan Pemkab Sorong pada 2014. Pemkab Sorong bersedia menyiapkan anggaran Rp 107 miliar untuk diberikan secara berkala setiap tahun kepada Unipa.



Sayang, anggaran untuk tahun akademik 2016–2017 sebesar Rp 21 miliar hingga menjelang tutup tahun 2016 belum dicairkan. Akibatnya, biaya transportasi dan akomodasi dosen dari UI tidak tersedia. (wan/c5/agm)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore