Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Mei 2024 | 15.52 WIB

80 Persen Mahasiswa Salah Jurusan Kuliah, Gejala Dominan IPK Turun

Ilustrasi ruang kuliah, pembiayaan pendidikan kini jadi bidikan perusahaan pembiayaan untuk ekspansi usaha - Image

Ilustrasi ruang kuliah, pembiayaan pendidikan kini jadi bidikan perusahaan pembiayaan untuk ekspansi usaha

JawaPos.com – Masa penerimaan mahasiswa baru di sejumlah kampus negeri maupun swasta tahun akademik 2024/2025 sedang berjalan. Di balik itu, ada fenomena menarik, yaitu sebanyak 80 persen mahasiswa mengalami salah jurusan saat menentukan pilihan kuliahnya.

Menurut General Manager Sekolah Pribadi Depok Fatih Pasaoglu, fenomena banyaknya mahasiswa yang salah mengambil jurusan kuliah perlu menjadi perhatian bersama.

"Maka kami perlu mengarahkan para siswa, sesuai dengan kompetensinya," kata Fatih Pasaoglu di kantornya di Jalan Margonda, Depok, pada Senin (27/5).

Fatih mengatakan setiap siswa memiliki bakat dan minat yang beragam. Apalagi saat ini revolusi industri serta perkembangan teknologi membawa beragam profesi baru.

Kepala SMA Pribadi Depok Bibit Wiyana menambahkan, gejala-gejala yang muncul pada mahasiswa yang salah jurusan tersebut salah satunya mengalami minat belajar berkurang di tengah jalan.

Menurunnya minat belajar itu bisa dilihat dari nilai atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diraih mahasiswa tersebut. Mahasiswa yang mengalami penurunan minat belajar, berpotensi besar mengalami penurunan IPK. "Gejala yang paling ekstrem, si mahasiswanya sampai pindah jurusan," tuturnya.

Bibit mencontohkan beberapa tahun lalu, ada muridnya yang sempat pindah sampai tiga jurusan. Sampai akhirnya dia memilih jurusan di bidang seni, khususnya fotografi. "Sekarang dia jadi fotografer sukses. Memiliki studio yang besar di Jakarta," tuturnya.

Menurut Bibit pihak sekolah perlu menjalankan berbagai strategi untuk memetakan bakat dan minat siswa. Bahkan jika diperlukan, pemetaan bakat dan minat itu dilakukan sejak kelas X SMA. Kemudian dilakukan pendampingan secara terus menerus hingga lulus sekolah. Penentuan minat dan bakat tersebut juga perlu dikomunikasikan dengan orang tua murid bersangkutan.

"Kami menggunakan career planning. Membahas (bersama murid) kami nanti akan berkarir di bidang apa," jelasnya. Penerapan career planning tersebut cukup efektif untuk mengarahkan minat dan bakat murid, sampai ke pilihan jurusan kuliah, hingga pilihan profesinya kelak. Meskipun begitu untuk jenjang SMA memiliki keterbatasan akses dalam memantau karir alumninya selepas lulus kuliah.

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore