
Ilustrasi sikap orang tua yang membuat anak semakin menjauh dan tanpa sadar bikin mereka sulit menjaga hubungan dekat dengan sang anak. (Freepik)
JawaPos.com – Ketika orang tua memilih untuk menjauh dari anak mereka, itu bisa menjadi pengalaman yang menyakitkan dan membingungkan.
Banyak faktor yang mempengaruhi keputusan ini, dan sering kali bukan sekadar masalah "pengasuhan yang buruk."
Orang tua yang menjauh dari anak mereka bukanlah "penjahat" dalam cerita ini. Mereka adalah individu dengan perasaan, luka batin, dan tantangan mereka sendiri.
Memahami alasan di balik keputusan ini tidak berarti membenarkannya, tetapi bisa membantu kita melihatnya dengan lebih empati.
Terkadang, keputusan yang tampak tidak masuk akal bagi kita sebenarnya adalah hasil dari perjuangan batin yang mendalam.
Kepribadian, pengalaman hidup, dan tantangan emosional bisa menjadi alasan di balik keputusan sulit ini.
Setelah meneliti lebih dalam, psikolog menyebut ada delapan ciri umum yang sering ditemukan pada orang tua yang memilih untuk tidak berhubungan dengan anaknya, dikutip dari News Reports, Rabu (12/3).
Setiap orang mengalami berbagai emosi, baik yang menyenangkan maupun yang menyakitkan. Namun, beberapa orang tua merasa sulit mengelola emosi negatif terkait anak mereka.
Mungkin mereka memiliki trauma masa lalu, konflik yang belum terselesaikan, atau rasa bersalah terkait pola asuh mereka sendiri.
Karena sulit menghadapi emosi ini, mereka memilih untuk menghindarinya dengan menjauh dari anak-anak mereka. Ini bukan karena mereka tidak peduli, tetapi lebih sebagai mekanisme pertahanan diri.
Ada orang tua yang tidak bisa menghadapi konflik. Setiap kali terjadi ketegangan atau perbedaan pendapat, mereka lebih memilih untuk menghindar daripada menyelesaikannya.
Alih-alih membahas masalah dengan anak, mereka justru menarik diri. Bagi mereka, menghindari konflik terasa lebih aman daripada harus menghadapi ketegangan emosional.
Kecerdasan emosional (EQ) adalah kemampuan memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosi dengan baik. Orang tua dengan EQ rendah cenderung kesulitan membangun hubungan dekat, termasuk dengan anak mereka sendiri.
Mereka mungkin tidak memahami perasaan anak atau tidak tahu cara mengungkapkan perasaan mereka sendiri. Akibatnya, komunikasi menjadi terhambat, dan mereka memilih untuk menjaga jarak daripada menghadapi kompleksitas hubungan emosional.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
