JawaPos.com - Segmen kendaraan MPV kelas menengah belakangan mulai banyak yang dibekali teknologi hybrid. Sebelumnya ada Toyota dengan Innova Zenix hybrid yang seperti namanya, hadir dengan paduan mesin hybrid, membantu mengurangi penggunaan mesin pembakaran konvensional yang akhirnya bisa menghemat BBM dan emisi gas buang.
Namun di GIIAS 2024 yang berakhir pekan lalu, Nissan menggebrak panggung gelaran tersebut dengan menghadirkan Serena C28 e-Power. Mobil tersebut bisa jadi lawan berat Innova Zenix hybrid di rentang harga Rp 600 jutaan, namun dibekali lebih banyak fitur dan kecanggihan teknologi lainnya.
Nissan Serena e-Power C28 sendiri sejatinya merupakan mobil hybrid, sebab untuk jantung pacunya, menggabungkan mesin pembakaran konvensional dengan BBM bensin. Namun untuk penggunaan yang lebih ramah lingkungan, mobil tersebut dibekali motor listrik dan baterai juga.
Namun tidak seperti mobil listrik full baterai, atau Plug-in Hybrid, mesin di Nissan Serena e-Power C28 lebih canggih. Seperti namanya, mobil tersebut menggunakan teknologi e-Power. Dirangkum dari laman Nissan Indonesia, cara kerja teknologi e-Power memang sedikit lebih kompleks, namun lebih canggih.
Nissan e-Power merupakan teknologi yang membuat motor 100% digerakkan oleh tenaga listrik. Untuk menciptakan e-POWER, Nissan menggabungkan mesin bensin biasa, generator, inverter, serta sebuah motor elektrik.
Perpaduan antara generator dengan mesin ICE (Internal Combustion Engine) kemudian akan menghasilkan listrik yang dialirkan menuju baterai lithium-ion. Baterai selanjutnya akan menyimpan listrik sebelum disalurkan ke motor listrik untuk memberi daya meski tanpa proses recharging dari luar alias sudah nggak butuh SPKLU.
Pada teknologi Nissan e-Power, roda-roda mobil digerakkan oleh motor yang didukung tenaga listrik. Jika dibandingkan dengan sistem hybrid, e-Power tidak menghubungkan mesin bensin dengan roda-roda mobil.
Sebaliknya, mesin bensin hanya digunakan untuk mengisi baterai mobil karena bensin telah diubah menjadi daya listrik melalui generator. Teknologi Nissan e-Power sendiri bekerja menyesuaikan keadaan berkendara.
Penggunaan motor elektrik EM57 di Serena e-Power diklaim bisa memanfaatkan energi secara maksimal dan diklaim bisa bikin irit BBM. Saat berjalan normal pada kecepatan rendah, motor elektrik sepenuhnya menggerakkan roda dengan listrik yang diambil dari energi baterai.
Namun saat kondisi baterai mulai rendah, mesin HR14DD milik Serena e-Power akan menyala sehingga otomatis mengisi baterai. Selain itu, seperti yang dijelaskan sebelumnya, teknologi Nissan e-Power memungkinkan Anda untuk menjalankan kendaraan dengan tenaga listrik tanpa perlu proses charging eksternal.
Beberapa dari Anda mungkin jadi bertanya-tanya, apakah bahan bakar yang dibutuhkan justru lebih banyak? Jawabannya adalah tidak. Justru Nissan e-Power cenderung lebih irit jika dibandingkan dengan kendaraan bensin pada umumnya.
Tak hanya membutuhkan bahan bakar yang efisien, Nissan e-Power juga mendapatkan tambahan daya dari listrik pada bagian motornya. Saat mobil berada di jalan turunan atau sedang melakukan pengereman, daya akan otomatis terisi.
Dengan adanya teknologi e-Power Anda bisa melakukan pengisian daya baterai tanpa harus melakukan proses charging eksternal. Selain itu, inovasi ini juga memberikan pengalaman berkendara yang lebih intuitif dan aman.