Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Agustus 2024 | 23.20 WIB

Dampak Buruk Salah Pakai Oli Transmisi Matic CVT ke AT atau Sebaliknya, Bisa Bikin Transmisi Ambrol

Tingginya pasar kendaraan roda dua membuat produsen pelumas berlomba-lomba mendatangkan inovasi mutakhir demi merebut pasar. [Ilustrasi] - Image

Tingginya pasar kendaraan roda dua membuat produsen pelumas berlomba-lomba mendatangkan inovasi mutakhir demi merebut pasar. [Ilustrasi]

JawaPos.com - Bagi pemilik mobil matic atau transmisi otomatis perlu memerhatikan jenis oli untuk mobil. Jika salah pilih, bisa berdampak buruk terhadap mesin mobil. Pemilihan oli merupakan hal penting untuk menjaga kinerja dan keamanan kendaraan.

Ada banyak jenis pelumas untuk mobil bermesin matic konvensional, yaitu CVT atau AT. Keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dalam komposisi, teknologi, performa, dan viskositas.

Dilansir laman Daihatsu, menggunakan oli yang salah bisa berdampak buruk atau risiko kerusakan. Mobil CVT pakai oli AT atau sebaliknya. Misalnya, mengganti oli transmisi CVT dengan oli matic konvensional adalah sebuah keputusan yang buruk.

Sejatinya, oli transmisi matik CVT harus sesuai dengan interval yang dianjurkan oleh pabrikan mobil tersebut. Selain itu, pada umumnya jenis oli mobil matic konvensional berbeda dengan mobil matic CVT, dimana transmisi otomatis berjenis ATF (Automatic Transmission Fluid) sementara transmisi otomatis CVT berjenis CVTF.

Perbedaan tersebut dikarenakan sistem kerja yang berbeda. Transmisi konvensional lebih sederhana dan tidak memiliki chips elektronik yang terendam oli.

Rata-rata dampak buruk yang terjadi pada mobil tidak langsung terlihat. Efek penggunaan oli ATF pada mobil CVT akan terasa apabila mobil sudah digunakan dengan lama.

Ada beberapa komponen mobil yang terkena dampaknya. Yaitu, penggantian oli lebih cepat, usia pakai plat kopling lebih cepat dan usia kampas kopling yang berkurang.

Dampak buruk yang akan sangat terasa oleh pengendara adalah ketika melaju di jalanan. Mobil Anda akan terasa sangat berat sehingga sulit saat melaju, padahal Anda sudah berkendara seperti biasanya.

Hal ini dikarenakan perpindahan gigi yang tertahan yang berasal dari gejala slip kopling, dengan demikian Anda pun akan tidak nyaman saat berkendara. Selain itu, seperti yang sudah diketahui, bahwa overheat adalah kondisi di mana mesin kendaraan mengalami kenaikan suhu diatas rata-rata.

Secara tidak sadar, mesin mobil Anda akan terasa sangat panas sehingga bisa membahayakan internal mesin menjadi melengkung. Terutama silinder yang biasanya menjadi korban utama jika mesin overheat.

Nah, penyebab mesin mobil overheat tidak lain karena daya tahan panas yang berasal dari gesekan transmisi CVT tidak sebaik ATF. Jadi jangan sampai salah memilih oli mobil matic Anda, yang CVT pakai oli CVT, yang matic konvensional pakai oli khusus AT atau ATF.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore