![Tingginya pasar kendaraan roda dua membuat produsen pelumas berlomba-lomba mendatangkan inovasi mutakhir demi merebut pasar. [Ilustrasi] - Image](https://cdn-assets.jawapos.com/images/1/2024/03/16/Ganti-oli-mesin-213071775.jpg)
Tingginya pasar kendaraan roda dua membuat produsen pelumas berlomba-lomba mendatangkan inovasi mutakhir demi merebut pasar. [Ilustrasi]
JawaPos.com - Bagi pemilik mobil matic atau transmisi otomatis perlu memerhatikan jenis oli untuk mobil. Jika salah pilih, bisa berdampak buruk terhadap mesin mobil. Pemilihan oli merupakan hal penting untuk menjaga kinerja dan keamanan kendaraan.
Ada banyak jenis pelumas untuk mobil bermesin matic konvensional, yaitu CVT atau AT. Keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dalam komposisi, teknologi, performa, dan viskositas.
Dilansir laman Daihatsu, menggunakan oli yang salah bisa berdampak buruk atau risiko kerusakan. Mobil CVT pakai oli AT atau sebaliknya. Misalnya, mengganti oli transmisi CVT dengan oli matic konvensional adalah sebuah keputusan yang buruk.
Sejatinya, oli transmisi matik CVT harus sesuai dengan interval yang dianjurkan oleh pabrikan mobil tersebut. Selain itu, pada umumnya jenis oli mobil matic konvensional berbeda dengan mobil matic CVT, dimana transmisi otomatis berjenis ATF (Automatic Transmission Fluid) sementara transmisi otomatis CVT berjenis CVTF.
Perbedaan tersebut dikarenakan sistem kerja yang berbeda. Transmisi konvensional lebih sederhana dan tidak memiliki chips elektronik yang terendam oli.
Rata-rata dampak buruk yang terjadi pada mobil tidak langsung terlihat. Efek penggunaan oli ATF pada mobil CVT akan terasa apabila mobil sudah digunakan dengan lama.
Ada beberapa komponen mobil yang terkena dampaknya. Yaitu, penggantian oli lebih cepat, usia pakai plat kopling lebih cepat dan usia kampas kopling yang berkurang.
Dampak buruk yang akan sangat terasa oleh pengendara adalah ketika melaju di jalanan. Mobil Anda akan terasa sangat berat sehingga sulit saat melaju, padahal Anda sudah berkendara seperti biasanya.
Hal ini dikarenakan perpindahan gigi yang tertahan yang berasal dari gejala slip kopling, dengan demikian Anda pun akan tidak nyaman saat berkendara. Selain itu, seperti yang sudah diketahui, bahwa overheat adalah kondisi di mana mesin kendaraan mengalami kenaikan suhu diatas rata-rata.
Secara tidak sadar, mesin mobil Anda akan terasa sangat panas sehingga bisa membahayakan internal mesin menjadi melengkung. Terutama silinder yang biasanya menjadi korban utama jika mesin overheat.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
