Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Juli 2024 | 20.41 WIB

Kapan Waktunya Ganti Busi, Pemilik Kendaraan Wajib Tahu Kalau Tak Mau Rungkad

Banyak beredar busi palsu dipasaran, konsumen jangan tergiur harga murah. (Foto: Dony) - Image

Banyak beredar busi palsu dipasaran, konsumen jangan tergiur harga murah. (Foto: Dony)

JawaPos.com - Tak sedikit pemilik kendaraan mengabaiakan perawatan busi, akibatnya kendaraan mengalami penurunan performa bahkan sampai mengalami kerusakan. Padahal keberadaan busi merupakan salah satu komponen penting bagi kendaraan bermotor.

Fungsi busi bukan hanya berfungsi sebagai penghasil percikan api untuk menghasilkan pembakaran, tetapi juga berperan sebagai penghantar panas dari ruang pembakaran ke sistem pendingin mesin.

Faktanya, performa mesin sepeda motor atau mobil yang Anda gunakan sangat dipengaruhi oleh kondisi dan kinerja dari busi ini.

Nah, untuk menjaga performa mesin tetap baik, busi perlu diganti dalam jangka waktu tertentu dan intervalnya berbeda-beda tiap pabrikan. Kapan waktu penggantian busi?

Pabrikan busi sudah menentukan waktu yang tepat melakukan penggantian busi untuk memudahkan pemilik motor. Selain itu pemilik kendaraan juga bisa memeriksa kondisi busi secara langsung bagaimana konsisi busi yang menempel pada kendaraan.

Walaupun pabrikan sudah menentukan waktu tepat penggantian busi namun perlu diketahui itu merupakan angka standart. Anda sebagai pengguna kendaraan akan lebih baik memeriksa secara langsung bagaimana kondisi busi, misalnya digunakan setiap hari di medan yang berat maka usai pakai akan lebih cepat.

Jangan lupa Anda juga harus mengetahui jenis busi yang digunkan. Karena jangan sampai saat mengganti busi menggunakan jenis yang berbeda, ini sangat berbepanguruh pada performa dll.

Menurut Diko Oktaviano selaku Technical Support PT Nittera Mobility Indonesia, produsen busi NGK, sebelum mengetahui periode penggantian, kenali terlebih dahulu jenis businya.

Busi sendiri terbagi menjadi tiga jenis jika dilihat dari materialnya, yakni busi nikel, busi dengan logam mulia tunggal (iridium), dan busi dengan logam mulia ganda (laser iridium).

"Dari ketiga jenis busi, logam mulia ganda atau laser iridium memiliki masa pakai yang lebih lama dibandingkan nikel atau logam mulia tunggal," ujar Diko saat berbincang santai dengan wartawan beberapa waktu lalu di Jakarta Selatan (19/6).

Dirinya menambahkan bahwa untuk motor yang menggunakan busi nikel sebaiknya dilakukan penggantian busi pada 6.000 km sampai 10.000 km. Kemudian, untuk busi yang terbuat dari bahan logam mulia tunggal, bisa tahan dua kali lipat hingga tiga kali lipat dari nikel.

"Busi yang menggunakan bahan logam mulia ganda atau laser iridium waktu penggantiannya jauh lebih panjang, di motor bisa mencapai 48.000 km," kata Diko.

Agar mudah dipahami kapan waktu penggantian busi, Diko memberikan tiga cara lain untuk menentukan periode penggantian busi. Yaitu yang pertama, berdasarkan rumus. Kedua, berdasarkan jarak tempuh. Ketiga, berdasarkan kondisi fisik busi.

"Kalau berdasarkan rumus, cara menentukannya, jika mesin motor sudah lakukan ganti oli dua kali, maka busi harus diganti saat ganti oli berikutnya. Bila berpatokan dari jarak tempuh, bisa dilihat pada buku panduan dari pabrikan masing-masing," ujarnya.

"Sedangkan cara ketiga, bisa dilihat berdasarkan kondisi fisik busi. "Untuk penggantian busi jenis nikel dan logam mulia tunggal, direkomendasikan mengganti ketika ground electrode mengalami pengikisan. Sementara untuk logam mulia ganda atau laser iridium, pergantian bisa dilakukan jika busi mengalami pengikisan tidak merata," pungkasnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore