
SUV asal Tiongkok, GWM Haval Jolion. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com - Persaingan mobil jenis SUV compact cukup ketat. Selama ini telah hadir sejumlah jenama yang dikenal para pencinta otomotif. Mulai dari Honda HR-V dan Toyota Yaris Cross. Kedua itu selama ini menawarkan teknologi hybrid. Kini ada merek baru dari Tiongkok yang siap berkompetisi di segmen SUV, yaitu dari brand Great Wall Motor (GWM). Kini GWM merilis Haval Jolion untuk segmen SUV compact.
Dengan menggunakan teknologi hybrid terbaru, GWM merilis Haval Jolion HEV dengan banderol dimulai dari Rp 400 jutaan.
Senior Technical & Quality Manager GWM Indonesia Triyono menuturkan, Haval Jolion HEV dirancang untuk memberikan keseimbangan sempurna antara performa, efisiensi bahan bakar, dan kenyamanan berkendara.
"Ditenagai oleh platform L.E.M.O.N. DHT (Dedicated Hybrid Transmission), kendaraan ini dilengkapi mesin hybrid 1.5L yang menghasilkan tenaga sebesar 187 horsepower dan torsi 375 Nm. Dengan sistem dual motor yang canggih, Haval Jolion memastikan transisi berkendara yang mulus dan efisien di berbagai kondisi jalan," kata Triyono di sesi media di Jakarta, Senin (18/11).
Triyono sangat meyakini Haval Jolion HEV yang merupakan jenama asal Tiongkok sangat percaya diri bersaing dengan merek mobil asal Jepang untuk rentang harga yang sama. Apalagi Haval Jolion HEV diklaim unggul dalam aspek NVH (Noise, Vibration, Harshness).
"Dengan desain sasis yang ringan namun kokoh, kendaraan ini mampu meminimalkan kebisingan, getaran, dan kekasaran, menjadikannya pilihan ideal untuk perjalanan sehari-hari maupun jarak jauh," lanjutnya.
Dalam sesi tersebut, Triyono menjelaskan juga bahwa Haval Jolion HEV menawarkan enam mode operasional yang konon dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan pengendara di berbagai situasi jalan di Indonesia. Pertama, EV Mode yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan tenaga listrik sepenuhnya dari baterai untuk menggerakkan kendaraan.
Lalu ada Serial Mode. Dalam mode itu mesin pembakaran dalam (ICE) berfungsi sebagai generator untuk mengisi ulang baterai hybrid sambil memberikan daya ke motor penggerak. Mode ini aktif pada kecepatan rendah yang biasanya terjadi di kemacetan di jalanan perkotaan.
Selanjutnya, Parallel Mode. Pada kecepatan menengah, sistem menggabungkan daya dari ICE dan baterai untuk memastikan efisiensi bahan bakar optimal. Mode itu cocok untuk perjalanan lancar di wilayah perkotaan hingga lebih dari 65 km per jam dengan menggabungkan kombinasi mesin pembakaran konvensional dan motor listrik.
Terakhir, selama deselerasi atau berkendara menurun, kendaraan ini juga mampu mengubah energi kinetik menjadi listrik untuk menjaga performa baterai tetap optimal. Fitur ini meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
