
Ilustrasi teknologi alat bantu dengar dengan AI. (freepik)
JawaPos.com - Dalam momentum Hari Pendengaran Sedunia 2026, masyarakat diajak untuk semakin peduli terhadap kesehatan pendengaran melalui pemanfaatan teknologi alat bantu dengar berbasis kecerdasan buatan terbaru.
Kehadiran inovasi dengan sistem dual-chip serta program uji coba 10 hari tanpa risiko memberikan kesempatan bagi calon pengguna untuk merasakan langsung peningkatan kejernihan percakapan dan kenyamanan mendengar dalam aktivitas sehari-hari, sebagai langkah awal menuju kualitas hidup yang lebih optimal.
SOUNDLIFE memperingati Hari Pendengaran Sedunia yang jatuh setiap 3 Maret dengan meluncurkan inovasi terbaru dari Phonak, yakni alat bantu dengar pertama di dunia dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) dual-chip. Peluncuran itu digelar di flagship store SOUNDLIFE, Mall Epicentrum Lantai 3, Jakarta.
Peluncuran ini menandai babak baru dalam teknologi alat bantu dengar—bukan lagi sekadar memperbesar suara, tetapi mampu memproses percakapan secara cerdas dan real-time.
“Pendengaran bukan hanya soal suara,” ujar IM Chen, CEO SOUNDLIFE, dalam acara pembukaan dikutip Rabu (4/3).
“Pendengaran adalah tentang membangun koneksi yang bermakna—dan koneksi menentukan bagaimana kita hidup, belajar, dan mencintai," lanjut IM Chen.
Produk unggulan yang diperkenalkan adalah Phonak Audéo Infinio Ultra Sphere, alat bantu dengar dengan arsitektur dual-chip pertama di dunia. Perangkat ini dilengkapi prosesor AI bernama DEEPSONIC yang dilatih menggunakan lebih dari 22 juta sampel suara dan kalimat.
Teknologi tersebut dirancang untuk membedakan suara percakapan dari kebisingan latar belakang secara langsung, termasuk di lingkungan ramai seperti restoran atau pertemuan kerja.
Dengan kemampuan memproses miliaran operasi per detik, perangkat ini diharapkan mampu mengurangi kelelahan mendengar sekaligus meningkatkan kejernihan percakapan bagi penggunanya.
“Inovasi ini kami hadirkan untuk menjawab tantangan nyata yang sering dihadapi pengguna, terutama saat berada di situasi dengan banyak sumber suara. Dengan pemrosesan yang lebih cerdas dan responsif, pengalaman mendengar menjadi lebih natural dan tidak melelahkan,” ungkap IM Chen.
Dalam rangkaian peringatan tahun ini, juga mengangkat sejumlah tema yang menyasar berbagai kelompok usia. Mengacu pada tema global “Leaving No Child Behind”, perusahaan menekankan pentingnya deteksi dan intervensi dini pada anak.
Pada 27 Februari, SOUNDLIFE mengusung tema “Hear Well, Live Well” yang berfokus pada orang dewasa dan lansia, menyoroti pentingnya kualitas waktu bersama keluarga melalui pendengaran yang baik. Sementara pada 28 Februari, tema “Hear Well, Learn Well” menitikberatkan pada peran pendengaran dalam perkembangan bahasa dan prestasi akademik anak.
Salah satu perangkat yang diperkenalkan untuk segmen anak adalah Phonak Sky, alat bantu dengar yang dirancang tahan lama serta mendukung perkembangan pendengaran. Perangkat ini terintegrasi dengan aplikasi myPhonak Junior untuk membantu orang tua memantau penggunaan sekaligus melatih kemandirian anak.
