
Josua Pardede
SISTEM teknologi informasi (TI) menjadi aspek penting dalam layanan jasa keuangan perbankan. Hal itu berkaitan erat dengan keamanan data nasabah yang perlu dikelola dengan baik. Keberhasilan bank sangat ditentukan oleh kualitas kinerja sistem teknologi informasinya.
Untuk itu, bank harus terus meng-upgrade kinerja sistem teknologi informasi guna memenuhi kepentingan bisnis bank dan para nasabah.
Sekarang perbankan Indonesia telah memberikan layanan jasa keuangan secara online dalam transaksi. Hal itu seiring pula dengan perkembangan fasilitas perbankan. Namun, tidak bisa dinafikan bahwa suatu sistem terkadang bisa mengalami gangguan. Gangguan sistem teknologi informasi perbankan sangat memengaruhi kegiatan operasional perbankan. Pada akhirnya, hal itu juga bisa mengganggu layanan jasa keuangan terhadap nasabah.
Meski begitu, hingga saat ini belum terdapat adanya laporan bank run akibat gangguan sistem TI. Sebab, perbankan merespons dengan cepat untuk meminimalkan dampak negatif serta menjaga keamanan data nasabah. Bank run adalah kondisi para nasabah yang menyimpan uang di bank mencoba mengambil uang mereka dari bank tersebut, tetapi bank tidak memiliki uang yang tersedia untuk memenuhi permintaan mereka.
Sementara itu, terkait dengan kasus skimming dan kejahatan siber lainnya, bank perlu meningkatkan sistem manajemen risiko operasional mereka dengan pengawasan infrastruktur teknologi informasi. Dengan demikian, bank bisa memastikan ketersediaan, keandalan, serta keamanan sistem TI. Selain itu, proses monitoring sistem TI perlu ditingkatkan agar dapat menjaga dan melindungi keamanan data nasabah.
Dalam jangka menengah hingga panjang, saya yakin permasalahan gangguan sistem IT, termasuk kasus cyber crime perbankan, tidak akan membuat kepercayaan nasabah menurun secara signifikan. Baik terhadap bank tersebut maupun sistem perbankan Indonesia secara keseluruhan.
Mengingat risiko digital juga semakin beragam, ke depan semua bank, terutama bank dengan risiko sistemik, harus merancang sistem untuk melakukan pencegahan. Tidak hanya menanggulangi risiko. Sebab, sifat sektor perbankan terkait erat dengan kepercayaan. Apabila kasus serupa terjadi berkali-kali, bukan tidak mungkin kepercayaan terhadap sektor perbankan akan terganggu.
*) Disarikan dari wawancara dengan wartawan Jawa Pos Sekaring Ratri
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
