
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak
JawaPos.com - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, saat ini masyarakat sudah tidak lagi memercayai hasil survei elektabilitas terkait pilpres yang dirilis oleh sejumlah lembaga.
Pernyataan Dahnil menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin lebih tinggi dari pada pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
"Publik sudah tidak percaya dengan model-model begitu. Publik kita literasi demokrasinya sudah sangat tinggi, termasuk literasi terkait dengan trik dan intrik lembaga survei dengan tugas-tugasnya," tukas Dahnil saat dikonfirmasi, Senin (11/3).
Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu mencontohkan survei yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Saat itu, beberapa lembaga survei memprediksi calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menang atas rivalnya, Anies Baswedan.
Namun, hasil Pilkada menunjukkan hasil yang berbeda dan tak sesuai dengan prediksi lembaga survei. "Lembaga survei tertentu sedang melakukan tugasnya sama seperti ketika kasus Pilkada DKI, ramai-ramai bilang Ahok menang, Anies akan gugur di putaran pertama," jelas Dahnil.
Sebelumnya, lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebut elektabilitas Jokowi-Ma'ruf unggul 23 persen dari Prabowo-Sandi. Jika pilpres digelar saat survei berlangsung, Jokowi-Ma'ruf akan meraih suara 54,9 persen.
Sedangkan Prabowo-Sandiaga 32,1 persen dan undecided voters atau yang belum menentukan pilihan tinggal 13 persen.
"Selisih Paslon Jokowi-Maruf dengan Prabowo-Sandiaga kini terkaput 23 persen. Undecided voters 13 persen kalaupun ditambahkan untuk paslon Prabowo-Sandi tetap masih selisihnya 10 persen. Angka ini lebih besar dari selisih Pilpres 2014 yang sekitar 6 persen," kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/3).

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
