JawaPos Radar

Tragedi KMP Marina Baru, BMKG Akui Sudah Laporkan Perkiraan Gelombang Laut

23/12/2015, 03:41 WIB | Editor: arwan
Tragedi KMP Marina Baru, BMKG Akui Sudah Laporkan Perkiraan Gelombang Laut
EVAKUASI KORBAN -- Korban selamat KMP Marina Baru 2B yang berhasil dievakuasi oleh tim gabungan di Pelabuhan Fery Tobaku, Kolaka Utara, Minggu (20/19). (Muh.Rusli/Kendari Pos/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com JAKARTA – Buntut karamnya KMP Marina Baru 2B di laut Bone Sabtu (19/12), muncul suara sumbang meragukan laporan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Laporan tinggi gelombang sudah dilaporkan BMKG sehari sebelum kapal nahas itu berlayar. Namun tetap saja di perjalanan menjumpai gelombang tinggi sampai akhirnya karam.

Kepala BMKG Andi Eka Sakya menuturkan laporan tinggi gelombang di lautan setiap hari disampaikan ke syahbandar pelabuhan-pelabuhan seluruh Indonesia. Termasuk ke syahbandar pelabuhan di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, titik awal keberangkatan KMP Marina Baru 2B menuju Pelabuhan Siwa di Kabupate Wajo, Sulawesi Selatan.

’’BMKG itu otoritasnya hanya sampai menyampaikan laporan perkiraan tingginya gelombang di lautan. Boleh tidaknya kapal itu mengarungi lautan, kewenangannya syahbandar,’’ jelas dia di kantor BMKG Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (22/12).

Dia menjelaskan, pada kondisi prakiraan tinggi gelombang tertentu, syahbandar umumnya menunda perjalanan kapal sampai kondisi gelombang normal kembali.

Pada saat laporan disampaikan ke otoritas pelabuhan, Andi mengatakan prakiraan cuaca dan tinggi gelombang di laut yang akan dilewati KMP Marina Baru 2B terpantau normal.

Namun sekitar sore hari ada prediksi bahwa tinggi gelombang bakal meninggi sekitar 1,5 meter. Sampai akhirnya menurut laporan sejumlah saksi mata, sebelum karam kapal nahas itu sempat menerjang ombak setinggi 4 meter.

Andi lantas mengomentari tentang laporan cuaca yang disajikan BMKG tidak akurat. ’’Saya bukan berarti ingin membela diri tentang keakurasian laporan prakiraan cuaca BMKG,’’ jelas dia.

Dia menuturkan bahwa akurasi prakiraan yang dirangkum BMKG itu berada di sekitar angka 75 persen. Menurutnya angka akurasi prakiraan cuaca 75 persen ini terbilang tinggi.

Andi lantas membandingkan dengan laporan prakiraan cuaca di Amerika Serikat yang kadar keakurasiannya sekitar 80 persen.

Menurutnya selama lima tahun terakhir, tingkat keakurasian laporan prakiraan dari BMKG sudah lumayan meningkat.

Andi juga menjelaskan setelah kejadian karamnya KMP Marina Baru 2B itu, dia tetap memantau cuaca. Dia menuturkan laporan cuaca di saat kejadian itu berlangsung cukup membantu proses evakuasi.

Dengan panduan laporan cuaca ini, tim evakuasi bisa memperkirakan hambatan-hambatan selama di lapangan.

Selain itu laporan kondisi cuaca di TKP kecelakaan juga penting untuk proses analisis akibat kecelakaan.

’’Apakah disebabkan oleh cuaca, kondisi kapal, atau jumlah penumpang,’’ kata dia. Andi menegaskan selama ini BMKG menjalankan standar baku dalam laporan cuaca terkait keselamatan transportasi udara, laut, dan darat. (wan/jpg)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up