Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Februari 2022 | 01.52 WIB

Pemalsuan Surat Swab Gaya Baru, Bisa Dihubungkan ke PeduliLindungi

Calon penumpang memindai kode batang (QR Code) untuk menaiki KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (13/9). PT KAI Commuter mulai melakukan uji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pengguna KRL di 11 stasiun. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Calon penumpang memindai kode batang (QR Code) untuk menaiki KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (13/9). PT KAI Commuter mulai melakukan uji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pengguna KRL di 11 stasiun. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com - Polresta Bandara Soekarno Hatta mengungkap kasus pemalsuan surat swab PCR dan antigen yang terkoneksi ke aplikasi PeduliLindungi. Dalam kasus ini, polisi menangkap 4 pelaku.

Keempat tersangka yang ditangkap berinisial MSF, S, HF, dan AR. Tiga orang yang ditangkap merupakan petugas Bandara. Sedangkan satu lainnya merupakan oknun honorer Kelurahan.

"Kita berhasil mengungkap praktik ilegal surat keterangan PCR maupun Antigen yang palsu di wilayah Bandara Soekarno Hatta. Dari hasil pengungkapan tersebut, kita berhasil amankan 4 orang tersangka," kata Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Sigit Dany Setiono dalam keterangan tertulis, Jumat (25/2).

Sigit menerangkan kelompok ini mengincar masyarakat yang tidak memiliki surat tes Covid-19 sebagai syarat utama perjalanan udara. Surat yang dijual pun jauh lebih murah dibanding tes PCR seharusnya.

"Sudah 5 bulan (beroperasi), bahkan di bulan Februari ada ratusan surat yang sudah dihasilkan. Ya untuk masing-masing surat dikenakan Rp 200-300 ribu," jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno Hatta Kompol Rahardian mengatakan, dari keempat tersangka itu, satu di antaranya yakni berinisial AR bisa menghubungkan hasil PCR atau Antigen palsu itu ke aplikasi PeduliLindungi.

Kepada polisi, tersangka AR mengaku bisa melakukan hal itu dengan belajar otodidak. Dia belajar melalui internet untuk menyambungkan hasilnya itu ke aplikasi.

"Masih kita dalami, cuma dari pengakuan awal dia main sendiri, ambil dari internet dan nyambungkan," pungkasnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore