
Ajudan Irjen Pol. Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). Kedatangan Bharada E tersebut untuk dimintai keterangan terkait insiden bak
JawaPos.com - Dua tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dijerat dengan pasal berbeda. Untuk Bharada E dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, sedangkan Brigadir Ricky Rizal Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.
Pakar Hukum Universitas Negeri Surabaya, Pudji Astuti mengatakan, pengenaan pasal berbeda ini diduga karena keduanya memiliki peran berbeda. Bharada E diperkirakan hanya sebatas diperintahkan menembak, atau tidak mengetahui adanya rencana pembunuhan kepada Brigadir J.
"Syarat untuk diklasifikasikan sebagai berencana jika antara pelaksanaan dan niat ada jeda waktunya. Sedangkan untuk RR kemungkinan dia sudah tahu bahwa Yosua akan dibunuh bahkan dia ikut merencanakan caranya," kata Pudji saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (9/8).
Meski begitu, Pudji menilai tidak bisa terburu-buru menyimpulkan jika Bharada E hanya ditumbalkan untuk kasus ini. Pasalnya, harus menunggu fakta yang terjadi diungkap.
"Kalau nanti terbukti bahwa Eliezer memang diperintah berarti dia yang dikambinghitamkan tetapi kalau terbukti dia punya inisiatif sendiri berarti dia bukan ditumbalkan, jadi kita lihat pembuktian di persidangan," jelasnya.
"Kuncinya kalau berencana ada jeda waktu antar niat dan pelaksanaan dan ditumbalkan jika berdasarkan perintah atasan," tandasnya.
Sebelumnya, Penyidik Bareskrim Polri resmi menetapkan Bharada Richard Eliezer alias Bharada E sebagai tersangka tewasnya Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Dia diketahui sebagai penembak langsung Brigadir J.
"Penyidik sudah melakukan gelar perkara dan pemeriksaan saksi sudah kita anggap cukup untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (3/8).
Andi menuturkan, Bharada E disangkakan melanggar Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Dalam kasus ini penyidik telah memeriksa 42 saksi termasuk beberapa saksi ahli.
Penyidik juga telah melakukan uji balistik, termasuk telah menyita sejumlah barang bukti. Seperti alat komunikasi, CCTV, dan lainnya. "Dari hasil penyidikan tersebut pada malam ini penyidik sudah melakukan gelar perkara, dan pemeriksaan saksi juga sudah kita anggap cukup," jelas Andi.
Tak lama setelah itu, Timsus kembali menetapkan seorang tersangka. Dia adalah ajudan istri Ferdy Sambo, Brigadir Ricky Rizal (RR). Dia bahkan dikenakan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, dan bisa dihukum sampai pidana mati.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022