Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 September 2026 | 04.59 WIB

Hotspot Karhutla di Kalbar dan Kalteng Kembali Melonjak, Pemerintah Pastikan jadi Prioritas Nasional

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meningkat seiring memasuki periode kemarau dan adanya fenomena El Niño. (Istimewa) - Image

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meningkat seiring memasuki periode kemarau dan adanya fenomena El Niño. (Istimewa)

JawaPos.com - Pemerintah terus meningkatkan perhatian terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Peningkatan jumlah titik panas atau hotspot di dua provinsi tersebut terjadi setelah sebelumnya menunjukkan tren penurunan.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni mengatakan, kondisi terbaru itu membuat Kalbar dan Kalteng kembali menjadi wilayah yang mendapat prioritas utama dalam penanganan karhutla secara nasional.

“Setelah kemarin semua 6 provinsi yang prioritas trennya turun, namun hari ini Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menunjukkan kembali hotspot yang meningkat. Artinya, prioritas utama sekarang ini secara nasional tetap Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah,” kata Raja Juli Antoni, usai peninjauan karhutla di Jambi, Rabu (2/9).

Dalam merespons peningkatan tersebut, Menhut Raja Juli bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dijadwalkan bertolak ke Pontianak. Keduanya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait guna mengevaluasi kondisi sekaligus menyusun langkah mitigasi lanjutan.

Pertemuan tersebut akan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan di Kalbar, termasuk Gubernur, Kapolda, serta Pangdam. Pemerintah ingin memastikan seluruh unsur kembali memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi meluasnya karhutla.

“Oleh karena itu besok, kami ke Pontianak untuk bertemu kembali dengan seluruh stakeholder yang ada, dengan Pak Gubernur, Kapolda, Pangdam ya, merapatkan barisan kembali, melakukan evaluasi sekaligus membuat rencana apa yang bisa kita lakukan untuk mitigasi,” ucapnya.

Raja Juli menegaskan, evaluasi diperlukan untuk mendorong penurunan kembali jumlah hotspot maupun fire spot yang telah melalui proses verifikasi. Kedua indikator tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam memantau perkembangan karhutla di lapangan.

“Dan memastikan kembali, mendorong kembali agar angka baik itu apa namanya hotspot maupun fire spot yang sudah diverifikasi dapat turun. Jadi dua itu ya yang masih jadi masalah,” tegasnya.

Selain memperkuat penanganan di lapangan, pemerintah juga meminta seluruh pihak tetap meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, kondisi cuaca saat ini perlu menjadi perhatian karena puncak fenomena El Nino diperkirakan terjadi pada September.

Situasi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, terutama apabila tidak diimbangi dengan upaya pencegahan dan respons cepat. Karena itu, pemerintah mendorong kerja sama lintas sektor untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore