Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 September 2026 | 15.15 WIB

Ancaman Karhutla kembali Meningkat, Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan sepanjang September

Menhut Raja Juli Antoni saat memantau penanganan Karhutla di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Kamis (28/8). (Kemenhut) - Image

Menhut Raja Juli Antoni saat memantau penanganan Karhutla di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Kamis (28/8). (Kemenhut)

JawaPos.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang September. Menurutnya, bulan ini dinilai menjadi salah satu periode paling menentukan dalam upaya pengendalian karhutla di berbagai wilayah Indonesia.

Ia menekankan, penanganan karhutla tidak boleh mengendur meski sejumlah daerah menunjukkan perkembangan yang relatif positif. Menurutnya, kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah meluasnya kebakaran.

“Namun sekali lagi harus dijaga secara baik. Karena sekali lagi puncak karhutla ini adalah bulan September. Ini medan perjuangan, ladang perjuangannya justru di September ini,” kata Raja Juli Antoni usai peninjauan karhutla di Jambi, Rabu (2/9).

Dia menjelaskan, kondisi karhutla di sejumlah wilayah masih memerlukan perhatian serius. Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah disebut kembali mencatat peningkatan hotspot, sehingga pemerintah menjadikan kedua provinsi tersebut sebagai salah satu prioritas dalam penanganan karhutla secara nasional.

Karena itu, dalam memastikan kondisi lapangan, Raja Juli turut melakukan pemantauan melalui udara di wilayah Jambi. Peninjauan tersebut dilakukan bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Jambi Al Haris, serta unsur TNI dan Polri.

Menurutnya, situasi di Jambi secara umum masih berada dalam kondisi yang relatif terkendali. Kendati demikian, munculnya hotspot baru tetap harus segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lapangan untuk memastikan apakah titik tersebut benar-benar merupakan titik api.

“Khusus di Jambi seperti yang saya katakan tadi, trennya baik. Bahkan per hari kemarin hotspotnya 0. Cuman itu data per jam 23.59 hari yang lalu. Ternyata pagi hari ini bertambah hotspot-nya. Fire spotnya dicek kembali tadi saya sudah sampaikan pada Kepala BPBD. Relatif ya, relatif oke,” ujarnya.

Dia menilai, perubahan jumlah hotspot tersebut menjadi pengingat bahwa situasi karhutla dapat berubah dalam waktu singkat. Karena itu, pemantauan dan respons cepat perlu terus dilakukan, khususnya selama September yang diperkirakan menjadi periode puncak ancaman kebakaran.

Pemerintah daerah juga diminta tidak hanya mengandalkan data hotspot, tetapi memastikan kondisi sebenarnya di lapangan melalui pengecekan langsung. Langkah tersebut diperlukan agar setiap indikasi kebakaran dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi lebih besar.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore