
Sebuah video wawancara pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di salah satu stasiun televisi swasta menjadi sorotan di media sosial. (Instagram)
JawaPos.com - Sebuah video wawancara pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di salah satu stasiun televisi swasta menjadi sorotan di media sosial. Dalam video tersebut, pejabat BNPB tampak memberikan wawancara secara daring dari sebuah rumah makan.
Video yang beredar pada Selasa (25/8) itu kemudian memunculkan beragam spekulasi dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan keberadaan pejabat BNPB tersebut yang dinilai tidak berada di lokasi terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengakui bahwa sosok dalam video tersebut adalah dirinya.
Baca Juga:Profil Sabah FK: Hancurkan Klub Israel 5-2! 9 Tahun Berdiri Langsung Tembus Liga Champions
Berton menjelaskan, wawancara itu berlangsung pada Kamis (20/8) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, dirinya berada di sebuah rumah makan yang lokasinya berada di sekitar Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo.
"Kami memahami adanya video yang beredar dan persepsi yang kemudian muncul di media sosial. Namun perlu kami luruskan konteksnya. Pada saat video tersebut dilakukan, pejabat BNPB yang bersangkutan sedang menjalankan tugas komunikasi publik, yaitu memberikan wawancara secara langsung kepada salah satu televisi swasta nasional mengenai perkembangan penanganan gempa NTT. Kegiatan tersebut dilakukan pada malam hari, di luar jam kerja kantor," kata Berton kepada wartawan, Rabu (26/8).
Menurut Berton, lokasi rumah makan tersebut hanya berjarak sekitar 10 langkah dari Bandara Labuan Bajo. Ia menegaskan, Labuan Bajo memiliki peran penting dalam mendukung operasi penanganan gempa di wilayah NTT.
"Kita perlu melihat konteks lokasi tersebut. Labuan Bajo pada saat itu bukan sekadar tempat persinggahan, tetapi merupakan salah satu simpul penting operasi BNPB, termasuk penerimaan dan distribusi logistik untuk wilayah Flores bagian barat," ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan personel BNPB di suatu lokasi tidak serta-merta menunjukkan bahwa yang bersangkutan sedang tidak menjalankan tugas.
Baca Juga:PARFI Berduka Atas Meninggalnya Sutradara Eugene Panji, Ini Jejak Karyanya di Perfilman Indonesia
"Jadi, keberadaan seseorang di tempat tersebut tidak dapat langsung diartikan bahwa yang bersangkutan sedang tidak bekerja atau tidak berada dalam rangkaian operasi penanganan bencana," ucapnya.
Berton menegaskan, penanganan bencana bersifat berkelanjutan dan tidak terbatas pada jam kerja. Selama masa tanggap darurat, personel BNPB tetap menjalankan berbagai tugas, mulai dari koordinasi, pemantauan perkembangan situasi, pengolahan data hingga penyampaian informasi kepada masyarakat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
