
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melaporkan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi kepada Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (13/8). (Polri)
JawaPos.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dinilai pantas mendapatkan tanda kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto. Bila melihat rekam jejaknya selama memimpin Korps Bhayangkara sejak 2021, Sigit sudah melalui banyak situasi krisi, baik di internal maupun eksternal Polri.
Baru-baru ini, Prabowo secara terbuka kembali menyampaikan apresiasi atas kinerja Sigit dan jajarannya. Dengan kerja-kerja nyata, kepala negara menilai Sigit pantas menduduki posisi tertinggi di Kepolisian Indonesia. Sebab, dia sudah menunjukkan pengabdiannya.
”Saya juga yakin Jenderal Polisi Listyo (Sigit Prabowo) mencapai puncak tertinggi di Kepolisian itu pantas, karena prestasi, pengabdian, dan kemampuannya,” ucap Prabowo pada Kamis (13/8).
Menurut Prabowo, kiprah yang dilakukan oleh Sigit bersama jajarannya di Kepolisian patut diapresiasi. Termasuk kerja sama dengan TNI AD dalam pembangunan ribuan jembatan di seluruh Indonesia. Prabowo menyatakan bahwa dirinya sangat bangga atas pencapaian kedua institusi tersebut.
”Hari ini saya gunakan kesempatan ini sekali lagi menyampaikan rasa bangga saya. Saya berterima kasih sebagai presiden Republik Indonesia dan sebagai pribadi Prabowo Subianto. Kita telah bahu-membahu, saudara telah menangkap apa arti menjadi pemimpin,” ucap Prabowo.
Dalam kesempatan lain, mantan menteri pertahanan (menhan) itu sempat menyampaikan bahwa Sigit akan mendapatkan anugerah Bintang Mahaputera dari dirinya. Namun, dengan pencapaiannya, Sigit dinilai layak mendapatkan Bintang Republik Indonesia Utama.
”Tanda kehormatan negara memang tidak mensyaratkan penerimanya memimpin institusi yang sempurna,” kata Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) R. Haidar Alwi pada Sabtu (15/8).
Menurut dia, ukuran seseorang layak mendapatkan tanda kehormatan tersebut adalah jasa yang sangat luar biasa bagi negara. Kemudian pengabdian yang berkelanjutan, keberanian mengambil risiko besar, serta dampak lintas bidang dari kerja-kerja nyata yang dilakukan.
Berdasarkan ukuran itu, Haidar menilai Sigit layak menerima Bintang Republik Indonesia Utama dari Presiden Prabowo. Berdasar catatannya, Sigit sudah melalui masa krisis sejak pertama kali bertugas sebagai kapolri pada Januari 2021. Dia memulai perjalanan di masa pandemi.
Tidak hanya itu, Sigit memastikan pemilu dan transisi pemerintahan pada 2024 berjalan aman, mempertahankan pencegahan serangan teror, membongkar puluhan ribu perkara narkotika, dan menghadapi skandal besar di tubuh kepolisian dalam kasus Tedy Minahasa dan Ferdy Sambo.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
