Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7)/(Istimewa)
JawaPos.com — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengakui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat mengalami berbagai persoalan selama hampir setahun terakhir.
Zulhas mengatakan, berbagai kementerian sebelumnya menemukan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan program tersebut. Menurut dia, sejumlah tindakan juga telah diambil untuk mengatasi persoalan yang ditemukan.
“Kami minta maaf hampir satu tahun lebih yang gonjang-ganjing luar biasa terjadi di sana-sini, kami terus-menerus pada waktu itu hampir semua kementerian menemukan berbagai kejanggalan dan sudah diambil tindakan,” kata Zulhas saat konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027, di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Jumat (14/8).
Kini, Zulhas menyebut pelaksanaan MBG dipimpin oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono. Dia meminta masyarakat memberikan waktu dua bulan untuk proses pembenahan dan refocusing program.
“Dan alhamdulillah sekarang dipimpin yang baru, anak muda, Mas Dar yang terbuka, cerdas ya. Kita minta waktu 2 bulan, refokusing, kita akan menyelesaikan 3T; NTT, Papua, Maluku yang sangat memerlukan, itu kita akan selesaikan dalam satu bulan ini,” ujarnya.
Selain wilayah 3T, pemerintah juga menargetkan perluasan penerima manfaat MBG bagi balita, ibu menyusui, dan ibu hamil. Zulhas menyebut terdapat sekitar 11 juta penerima dari kelompok tersebut yang ditargetkan dapat diselesaikan dalam satu hingga dua bulan.
“Kemudian balita, ibu menyusui, ibu hamil, ada 11 juta kita akan selesaikan satu-dua bulan ini,” katanya.
Sementara itu, pemerintah juga menyiapkan tambahan titik layanan MBG di Pulau Jawa. Zulhas menyebut terdapat sekitar 13.000 titik baru yang perlu diselesaikan.
“Yang perlu agak waktu panjang mungkin makan waktu dua bulan adalah menyelesaikan ada 13.000 titik baru ya tambahan yang di Pulau Jawa,” tuturnya.
Selain penambahan titik layanan, pemerintah juga akan mengejar penyelesaian Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Dan menyelesaikan ada 7.000-8000 ribu SPPG yang belum menyelesaikan SLHS-nya. Ini kita minta waktu 2 bulan,” ujar Zulhas.
Zulhas berharap pembenahan tersebut membuat pelaksanaan MBG dalam satu hingga dua bulan mendatang semakin baik dan sesuai dengan harapan masyarakat.
“Insyaallah MBG satu-dua bulan mendatang akan semakin bagus sesuai dengan harapan masyarakat, kita akan bekerja keras dan mohon dukungannya,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
